Terkini

Asmara di Lokasi KKN Awal Petaka Pembunuhan Sadis Berantai di Padang Pariaman

KABATerkini.com
×

Asmara di Lokasi KKN Awal Petaka Pembunuhan Sadis Berantai di Padang Pariaman

Sebarkan artikel ini

PADANGPARIAMAN, KabaTerkini.com – Hasil pengembangan kasus mutilasi berantai di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman terus mengungkap fakta baru.

Usai pengakuan mengejutkan si pelaku, Wanda (25) yang membunuh dua mahasiswi yang dilaporkan hilang tahun lalu, polisi terus mengejar motif kejahatan yang menggemparkan Ranah Minang tersebut.

Misteri Pembunuhan Sadis di Batang Anai

Kabar hilangnya dua mahasiswi asal Sumatera Barat sejak Januari 2024 mulai menemukan titik terang. Siska Oktavia Rusdi (23) dan Adek Gustiana (24), yang selama lebih dari setahun dicari oleh pihak keluarga, turut menjadi korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Wanda (25), pria asal Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Baca Juga  BREAKINGNEWS: Gempa Dahsyat 8,7 M Disertai Tsunami Hantam Rusia

Kasus itu terungkap setelah Wanda ditangkap atas kasus mutilasi terhadap seorang wanita bernama Septia Adinda yang bagian tubuhnya terpotong-potong dan dibuang di aliran Sungai Batang Anai.

Wanda mengaku membunuh kedua mahasiswi karena sakit hati. Ia mengklaim menjalin hubungan asmara dengan Siska, yang akrab disapa Cika, namun merasa dikhianati setelah melihat isi percakapan di ponsel korban. Wanda menuding Adek (Dedek), rekan korban semasa Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebagai sosok yang mendorong perselingkuhan tersebut.

Baca Juga  Berusaha Kabur, Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pembunuhan Danramil Aradide

Polisi Bongkar Sumur di Pasar Usang

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, membenarkan bahwa Wanda saat ini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga bekerja sama dengan BPBD untuk melakukan penggalian sebuah sumur di kawasan Pasar Usang, lokasi yang diduga menjadi tempat pembuangan jasad kedua mahasiswi. (*/001)