Opini

Kegiatan Pembelajaran Intrakurikuler, Ekstrakurikuler dan Kokurikuler

KABATerkini.com
×

Kegiatan Pembelajaran Intrakurikuler, Ekstrakurikuler dan Kokurikuler

Sebarkan artikel ini

Oleh: Syofiarti Siska SS. M.Pd

Oleh: Syofiarti Siska SS., M.Pd


Ρroses belajar mengajar (PBM) di sekolah tidak hanya di dalam ruangan, namun juga di luar ruangan bahkan sampai di alam terbuka. Begitu juga dalam pelaksanaanya, PBM tidak hanya interkasi guru dan siswa atau pun sebaliknya, melainkan juga ada interaksi siswa dengan lingkungan sekitar.

Proses PBM tersebut sudah diatur pemerintah melalui Kurikulum yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Nasional. Dalam kurikulum dikelompokan proses PBM tersebut yakni kegiatan belajar intrakurikuler, ekstrakurikuler dan kokurikuler.
Terkadang banyak masyarakat yang salah kaprah tentang kegiatan tersebut. Parahnya lagi, dari tiga kelompok kegiatan tersebut dianggap satu yaitu kegiatan ekstrakurikuler karena memang kegiatan “ekstrakurikuler” lebih sering disebut dan familiar di sekolah dan masyarakat.
Lalu bagaimana dengan kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler? Berikut perbedaanya;
Kegiatan intrakurikuler merupakan proses pembelajaran utama siswa di dalam kelas.

INTRAKURIKULER

Melansir dari laman Kemendikbud, pengertian dari intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran atau belajar mengajar sebagaimana yang telah berjalan selama ini.
Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dilaksanakan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan utama yang dilakukan di sekolah dengan jadwal mata pelajaran dan struktur yang jelas.
Aktivitas belajar mengajar yang dilakukan di dalam kelas merupakan contoh dari kegiatan intrakurikuler di sekolah. Kegiatan intrakurikuler tersebut umumnya dilaksanakan selama 6 hari dalam seminggu yaitu Senin sampai Sabtu, atau sekarang cenderung 5 hari Senin-Jumat karena sudah banyak sekolah yang fullday.
Mata pelajaran yang diberikan dalam kegiatan intrakurikuler tersebut sifatnya wajib diikuti oleh seluruh siswa. Pelaksanaan belajar mengajar dilakukan sesuai jadwal yang telah ada dan terstruktur sesuai dengan kurikulum yang ada.
Intrakurikuler dilengkapi dengan kokurikuler dan ekstrakurikuler menjadi bagian program PPK di sekolah.

 

PPK adalah program Penguatan Pendidikan Karakter yang difokuskan pada nilai-nilai utama yang terdiri dari nasionalis, religius, kemandirian, gotong royong dan integritas. Contoh paling sederhana dari pelaksanaan program PPK yaitu membuat jadwal piket membersihkan kelas.

Contoh Kegiatan Intrakurikuler

Pada dasarnya setiap sekolah mempunyai kebijakan masing-masing dalam pelaksanaan kegiatan intrakurikuler tersebut. Beberapa contoh kegiatan intrakurikuler yang biasanya dilakukan di sekolah diantaranya adalah :
  1. Kegiatan pembelajaran atau belajar mengajar di dalam kelas.
  2. Wawasan kebangsaan
  3. Piket membersihkan kelas
  4. Upacara hari Senin dan hari besar nasional.
  5. Kegiatan senam pagi
  6. Kegiatan peribadatan

Dalam melaksanakan pendidikan ada tiga kegiatan pokok yang menjadi kunci dalam keberhasilan proses pendidikan siswa di sekolah yaitu ekstrakurikuler, Intrakurikuler dan Kokurikuler yang dimana ketiga kegiatan pokok ini merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan. Namun ketiganya memiliki tujuan dan manfaat yang berbeda.

EKSTRAKURIKULER

Ekstrakurikuler adalah kegiatan non-pelajaran formal yang dimana dilaksanakan oleh siswa bahkan oleh mahasiswa sebagai mata pelajaran diluar jam belajar kurikulum standar. Dimana kegiatan ekstrakurikuler terdapat dalam setiap jenjang pendidikan.

Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan sebagai wadah bagi siswa atau mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, kepribadian dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik.

Baca Juga  Rekontruksi Mangrove di Batam Bagai Menggali Lubang Tutup Lubang

Ekstrakurikuler ini sendiri dapat berbentuk kegiatan pada seni, olah raga, ilmu pengetahuan dan teknologi dan ilmu takwa dan pengembangan kepribadian siswa dan kegiatan lain yang dimana pada umumnya kegiatan ini memiliki tujuan yang positif untuk kemajuan siswa/i dan santri itu sendiri.

Dalam teknis pelaksanaanya ekstrakurikuler juga merupakan kegiatan non-pelajaran yang memberikan solusi bagi siswa untuk meningkatkan peminatan mereka ke berbagai bidang yang mereka inginkan.

Sebagai contoh adalah seorang siswa yang memiliki minat dan bakat dalam pelajaran olah raga, dimana setiap sekolah umumnya pelajaran penjaskes hanya dilaksanakan selama 1-2 jam pelajaran di setiap minggu, dengan ekstrakurikuler, siswa bisa memiliki waktu lebih banyak untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Tentu saja setiap kegiatan ekstrakurikuler selalu diikuti oleh guru pembimbing sebagai penanggung jawab. Karena setiap ekstrakurikuler pada dasarnya selalu menjadi penilaian guru yang nantinya akan terintegrasi dengan nilai raport.

Pada dasarnya ekstrakurikuler memiliki beberapa fungsi dan tujuan, berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional republik Indonesia no.39 tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan, kegiatan ekstrakurikuler ini memiliki beberapa tujuan seperti :

  • Mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu meliputi bakat, minat dan kreativitas.

Kegiatan ekstrakurikuler memang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal, karena selain tidak mengganggu jam pelajaran umum, kegiatan ini juga bisa lebih terpadu karena memang dilaksanakan di bawah bimbingan guru yang lebih memahami pada cabang ekstrakurikuler yang mereka pimpin.

  • Memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan

Ekstrakurikuler ini memiliki tujuan salah satunya adalah untuk membangun atau memantapkan kepribadian siswa. Diharapkan dengan ekstrakurikuler yang mereka minati dapat mengembangkan kepribadian siswa menjadi lebih baik lagi. Kegiatan ekstrakurikuler juga dapat membuat siswa terhindar dari pengaruh negatif yang bertentangan dengan tujuan pendidikan.

  • Mengaktualisasi potensi siswa dalam pencapaian potensi unggulan sesuai dengan minat dan bakat.
Tujuan utama dari kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk mengembangkan minat dan bakat unggulan siswa agar mencapai potensi unggulan.
Artinya peminatan siswa di suatu bidang kegiatan dimaksimalkan sehingga siswa yang berminat dan berbakat dibidang itu bisa berprestasi. Dan sudah menjadi tujuan dan tugas sekolah untuk mewadahi siswa dan mengembangkan minat dan bakatnya dengan ekstrakurikuler.
  • Menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat mandiri (civil society).

Kegiatan ekstrakurikuler pun memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia serta mewujudkan masyarakat madani (civil society). Masyarakat madani/ Civil Society dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya. Kata madani sendiri berasal dari bahasa arab yang artinya civil atau civilized.

Selain itu juga ada 4 tujuan lain dari ekstrakurikuler madrasah, seperti dikutip dari berbagai jurnal yang dapat disimpulkan bahwa tujuan ekstrakurikuler sekolah adalah sebagai berikut :

  • Pengembangan,
Tujuan utama dari ekstrakurikuler adalah sebagai wahana pengembangan minat dan bakat siswa atau peserta didik. Maka dari itu setiap sekolah mewajibkan siswanya untuk mengambil minimal 1 ekstrakurikuler dan sisanya jika siswa bisa membagi waktu dengan baik siswa bisa mengambil lebih dari 1 ekstrakurikuler.
  • Sosial,
Baca Juga  Jejak Sang Guru di Balik Layar Pintar Digital

Tujuan ekstrakurikuler secara sosial maksudnya adalah sebagai wahana untuk memperluas pengalaman bersosialisasi, praktik keterampilan berkomunikasi, dan internalisasi nilai-nilai karakter.

  • Rekreatif,

Tujuan ekstrakurikuler adalah reaktif artinya dilakukan dalam suasana gembira dan menyenangkan, sehingga suasana ini menunjang proses perkembangan potensi/kemampuan personal peserta didik. Rasa gembira dan menyenangkan juga dapat memperbaiki mood siswa yang memang sudah jenuh dan down dengan pembelajaran di sekolah, diharapkan dengan adanya ekstrakurikuler siswa dapat melepaskan penat secara positif.

  • Persiapan Karir,

Ekstrakurikuler sebagai wahana memfasilitasi persiapan peserta didik melalui pengembangan bakat dan minat dalam bidang ekstrakurikuler yang diminati.

Contoh Kehiatan Ekstrakurikuler

Contoh kategori ekstrakurikuler diantaranya adalah :

Ekstrakurikuler Olahraga

Ekstrakurikuler olahraga merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih mengedepankan praktik atau kegiatan diluar, pada dasarya ekstrakurikuler ini dilaksanakan di fasilitas yang sudah dimiliki sekolah, seperti:

  • Mini Soccer
  • Memanah
  • Bola Basket
  • Berkuda
  • Bola Voli
  • Paskibraka
  • Renang
  • Taekwondo
  • Badminton
  • Tenis Meja
  • Karate
  • Catur

Ekstrakurikuler Seni

Ekstrakurikuler seni merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih mengedepankan praktek atau kegiatan yang berbau seni.

Pada dasarnya kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan di fasilitas sekolah yang bisa dimanfaatkan siswa. Berikut beberapa jenis ekstrakurikuler seni diantaranya adalah;

  • Biola
  • Pramuka
  • Gitar Akustik
  • Mentanyi dan Paduan Suara
  • Melukis
  • Tahfidz
  • Animasi Film
  • Jurnalistik
  • Tilawatil Qur’an
  • Fotografi
  • Nasyid
  • Menari
  • Teater

EKSTRAKURIKULER IMTAQ IPTEK

Ekstrakurikuler di bidang IMTAQ dan IPTEK adalah Ekstrakurikuler yang lebih mengedepankan Ilmu pengetahuan dan iman serta taqwa. Pada dasarnya ​IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan teknologi Dan IMTAQ (Iman dan Taqwa, Iptek dapat dispesifikasikan sebagai ilmu/berilmu sedangkan Imtaq sendiri sebagai Iman/Beriman. Untuk jenis ekstrakurikuler di bidang ini adalah sebagai berikut :
  • Public Speaking
  • Klinik Akuntansi
  • Kewirausahaan
  • Kelompok Ilmiah Remaja
  • English Club
  • RobotiC
  • Computer Club
  • Klinik Matematika
  • Klinik Kimia

KOKURIKULER

Kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalui penugasan terstruktur terkait satu atau lebih dari muatan atau mata pelajaran.

Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran mendukung aplikasi kegiata intrakurikuler dan ekstrakurikuler seperti kunjungan ke lapangan dan berbagai lomba yang diikuti siswa.

Kegiatan kokurikuler dimaksudkan untuk lebih memahami materi pengajaran yang telah dipelajari pada kegiatan intrakurikuler di kelas. Kegiatan ekstrakurikuler membantu dalam pengembangan aspek-aspek seperti minat, bakat dan kepribadian.

Yang disebut dengan kokurikuler adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mendukung intrakurikuler.
Contohnya seperti mengunjungi museum untuk mendukung materi pelajaran sejarah, kunjungan ke kebun bunga sebagai penguat materi pelajaran biologi dan sebagainya.

Tujuan dari kegiatan kokurikuler tersebut adalah untuk bisa lebih memahami, menghayati dan memperdalam mata pelajaran maupun materi yang telah disampaikan di kelas oleh guru. Pelaksanaan kegiatan kokurikuler tersebut dapat dilakukan secara individual maupun berkelompok. (Penulis merupakan seorang guru di Padang, Sumatera Barat)