Oleh: Syofiarti Siska SS., M.Pd
Ρroses belajar mengajar (PBM) di sekolah tidak hanya di dalam ruangan, namun juga di luar ruangan bahkan sampai di alam terbuka. Begitu juga dalam pelaksanaanya, PBM tidak hanya interkasi guru dan siswa atau pun sebaliknya, melainkan juga ada interaksi siswa dengan lingkungan sekitar.

INTRAKURIKULER
PPK adalah program Penguatan Pendidikan Karakter yang difokuskan pada nilai-nilai utama yang terdiri dari nasionalis, religius, kemandirian, gotong royong dan integritas. Contoh paling sederhana dari pelaksanaan program PPK yaitu membuat jadwal piket membersihkan kelas.
Dalam melaksanakan pendidikan ada tiga kegiatan pokok yang menjadi kunci dalam keberhasilan proses pendidikan siswa di sekolah yaitu ekstrakurikuler, Intrakurikuler dan Kokurikuler yang dimana ketiga kegiatan pokok ini merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan. Namun ketiganya memiliki tujuan dan manfaat yang berbeda.
Ekstrakurikuler adalah kegiatan non-pelajaran formal yang dimana dilaksanakan oleh siswa bahkan oleh mahasiswa sebagai mata pelajaran diluar jam belajar kurikulum standar. Dimana kegiatan ekstrakurikuler terdapat dalam setiap jenjang pendidikan.
Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan sebagai wadah bagi siswa atau mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, kepribadian dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik.
Ekstrakurikuler ini sendiri dapat berbentuk kegiatan pada seni, olah raga, ilmu pengetahuan dan teknologi dan ilmu takwa dan pengembangan kepribadian siswa dan kegiatan lain yang dimana pada umumnya kegiatan ini memiliki tujuan yang positif untuk kemajuan siswa/i dan santri itu sendiri.
Dalam teknis pelaksanaanya ekstrakurikuler juga merupakan kegiatan non-pelajaran yang memberikan solusi bagi siswa untuk meningkatkan peminatan mereka ke berbagai bidang yang mereka inginkan.
Sebagai contoh adalah seorang siswa yang memiliki minat dan bakat dalam pelajaran olah raga, dimana setiap sekolah umumnya pelajaran penjaskes hanya dilaksanakan selama 1-2 jam pelajaran di setiap minggu, dengan ekstrakurikuler, siswa bisa memiliki waktu lebih banyak untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Tentu saja setiap kegiatan ekstrakurikuler selalu diikuti oleh guru pembimbing sebagai penanggung jawab. Karena setiap ekstrakurikuler pada dasarnya selalu menjadi penilaian guru yang nantinya akan terintegrasi dengan nilai raport.
Pada dasarnya ekstrakurikuler memiliki beberapa fungsi dan tujuan, berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional republik Indonesia no.39 tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan, kegiatan ekstrakurikuler ini memiliki beberapa tujuan seperti :
Kegiatan ekstrakurikuler memang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal, karena selain tidak mengganggu jam pelajaran umum, kegiatan ini juga bisa lebih terpadu karena memang dilaksanakan di bawah bimbingan guru yang lebih memahami pada cabang ekstrakurikuler yang mereka pimpin.
Ekstrakurikuler ini memiliki tujuan salah satunya adalah untuk membangun atau memantapkan kepribadian siswa. Diharapkan dengan ekstrakurikuler yang mereka minati dapat mengembangkan kepribadian siswa menjadi lebih baik lagi. Kegiatan ekstrakurikuler juga dapat membuat siswa terhindar dari pengaruh negatif yang bertentangan dengan tujuan pendidikan.
Kegiatan ekstrakurikuler pun memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia serta mewujudkan masyarakat madani (civil society). Masyarakat madani/ Civil Society dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya. Kata madani sendiri berasal dari bahasa arab yang artinya civil atau civilized.
Selain itu juga ada 4 tujuan lain dari ekstrakurikuler madrasah, seperti dikutip dari berbagai jurnal yang dapat disimpulkan bahwa tujuan ekstrakurikuler sekolah adalah sebagai berikut :
Tujuan ekstrakurikuler secara sosial maksudnya adalah sebagai wahana untuk memperluas pengalaman bersosialisasi, praktik keterampilan berkomunikasi, dan internalisasi nilai-nilai karakter.
Tujuan ekstrakurikuler adalah reaktif artinya dilakukan dalam suasana gembira dan menyenangkan, sehingga suasana ini menunjang proses perkembangan potensi/kemampuan personal peserta didik. Rasa gembira dan menyenangkan juga dapat memperbaiki mood siswa yang memang sudah jenuh dan down dengan pembelajaran di sekolah, diharapkan dengan adanya ekstrakurikuler siswa dapat melepaskan penat secara positif.
Ekstrakurikuler sebagai wahana memfasilitasi persiapan peserta didik melalui pengembangan bakat dan minat dalam bidang ekstrakurikuler yang diminati.
Contoh Kehiatan Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler Olahraga
Ekstrakurikuler olahraga merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih mengedepankan praktik atau kegiatan diluar, pada dasarya ekstrakurikuler ini dilaksanakan di fasilitas yang sudah dimiliki sekolah, seperti:
Ekstrakurikuler seni merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih mengedepankan praktek atau kegiatan yang berbau seni.
Pada dasarnya kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan di fasilitas sekolah yang bisa dimanfaatkan siswa. Berikut beberapa jenis ekstrakurikuler seni diantaranya adalah;
Contoh Kegiatan Intrakurikuler
EKSTRAKURIKULER
Ekstrakurikuler Seni
- Biola
- Pramuka
- Gitar Akustik
- Mentanyi dan Paduan Suara
- Melukis
- Tahfidz
- Animasi Film
- Jurnalistik
- Tilawatil Qur’an
- Fotografi
- Nasyid
- Menari
- Teater
EKSTRAKURIKULER IMTAQ IPTEK
- Public Speaking
- Klinik Akuntansi
- Kewirausahaan
- Kelompok Ilmiah Remaja
- English Club
- RobotiC
- Computer Club
- Klinik Matematika
- Klinik Kimia
KOKURIKULER
Kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalui penugasan terstruktur terkait satu atau lebih dari muatan atau mata pelajaran.

Kegiatan kokurikuler dimaksudkan untuk lebih memahami materi pengajaran yang telah dipelajari pada kegiatan intrakurikuler di kelas. Kegiatan ekstrakurikuler membantu dalam pengembangan aspek-aspek seperti minat, bakat dan kepribadian.
Tujuan dari kegiatan kokurikuler tersebut adalah untuk bisa lebih memahami, menghayati dan memperdalam mata pelajaran maupun materi yang telah disampaikan di kelas oleh guru. Pelaksanaan kegiatan kokurikuler tersebut dapat dilakukan secara individual maupun berkelompok. (Penulis merupakan seorang guru di Padang, Sumatera Barat)






