Pendidikan

PUISI: Nyanyian Hening Sang Jiwa

Editor - Dilla S.Pd
×

PUISI: Nyanyian Hening Sang Jiwa

Sebarkan artikel ini

Nyanyian Hening Sang Jiwa

Karya: M.Rizki, S.Pd

Kurasakan serbuk asa bertebaran,
Setiap tetes keringat, laksana hujan.
Kusulam benang takdir, penuh harapan,
Namun, kau hempaskan layang-layang impian.
Nilai usahaku, sebatas abu terhempas,
Menyisakan perih, bagai kaca terpecah.

Bukan karena pupus semangat di dada,
Bukan pula karena lelah menjejak asa.
Namun, serigala berbulu domba datang,
Meracuni telinga, mengubur kasih sayang.
Kau telan dusta, tanpa bertanya mengapa,
Puing-puing harapan berserakan di mana-mana.

Madu di bibir, racun di hati,
Senyummu bagai fatamorgana di padang sepi.
Jebakan tipu daya, begitu halus terajut,
Menjebak langkah, memadamkan suluh.
Kini kutatap bayang-bayang semu,
Tenggelam dalam lautan pilu.

Benih tulusku, kini sia-sia,
Terbuang di ladang janji palsu semata.
Benteng kepercayaan, roboh diterjang badai,
Oleh gelombang kebohongan yang kau pasang.
Perihnya, laksana sembilu menusuk kalbu,
Menyisakan kehampaan, tanpa biru.

Mengapa harus ada parasit di taman hati?
Mengapa dusta berkuasa, seolah tak ada mati?
Jiwa terpecah, terpilin luka yang mendalam,
Oleh belati dusta yang tak terobati.
Topeng-topeng kepalsuan menari-nari,
Merampas senyum, meninggalkan sunyi.

Kini kuputuskan untuk mendiamkan badai,
Bukan tak berdaya, namun enggan bicara.
Sebab kata-kata, bak gemericik air di batu,
Takkan pernah menggoyahkan hatimu yang beku.
Biar hening ini jadi saksi abadi,
Membasuh luka, mengubur mimpi yang mati.

Bukittinggi, 23 juli 2025

 

PROFIL PENULIS – Muhammad Rizki adalah seorang pengajar di SMPN 2 Bukittinggi. Guru matematika ini suka dengan dunia sastra, seorang penyair dan juga suka menulis puisi dan karya lainnya.

Baca Juga  Raih Sertifikat Kompetensi Profesi, BNSP Akui Lulusan ITP Berkompeten Siap Kerja