PLN UID Sumatera Barat kembali menggelar Roadtrip Media 2025 dengan membawa sekitar 30 wartawan turun ke lapangan meninjau program PLN di beberpa kabupaten/kota di Sumbar. Berikut Laporan ALFARIDHO SETIADJI, wartawan KabaTerkini.com yang mengikuti kegiatan tersebut, Selasa (26/08/25).

PADANG, KabaTerkini.com – PLN UID Sumatera Barat kembali menggelar Roadtrip Media dengan mengunjungi pembangkit listrik dan lokasi electrifying agriculture serta mitra electrifying agriculture huller di beberapa daerah di Sumbar. Acara tersebut diikuti sekitar 30 wartawa media cetak, elektronik, Televisi dan online.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu dilepas langsung oleh GM PLN UID Sumbar Ajrun Karim, di kantor PLN Sumbar Jalan DR Wahidin Sawahan, Kota Padang.
Pada kegiatan tersebut, rombongan diagendakan mengunjungi sejumlah lokasi untuk melihat langsung pengelolaan unit-unit PLN Group dan perusahaan pengguna layanan listrik PLN yang telah berhasil mendapat manfaat signifikan efisiensi berkat penggunaan listrik PLN.
“Harapannya, awak media mendapatkan ilmu, insight dan melihat langsung seperti apa PLN grup dikelola. Serta sejauh mana manfaat PLN bagi masyarakat,” ungkap pimpinan PLN Sumbar itu.
Sejumlah lokasi yang diagendakan dikunjungi dalam kegiatan dari pagi hingga malam ini antara lain PLTA singkarak, petani buah naga yang menggunakan electrifying agriculture, mitra electrifying agriculture huller listrik di Kota Solok, electrifying agriculture petani bawang di Talang Babungo, dan Solok Radjo di Lembah Gumanti.
“Kita haarapkan awak media dapat menjadi penyambung lidah PLN untuk menginformasikan dan mengedukasi masyarakat perihal kelistrikan PLN,” harapnya.
Kunjungan ke PLTA Singkarak
Usai pelepasan, rombongan Roadtrip Media PLN langsung mengunjungi PLTA Singkarak yang berada di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
Sampai di lokasi, rombongan di sambut petugas PLN disana. Dari kunjungan tersebut, ternyata PLTA Singkarak jauh lebih indah dari namanya.
Mungkin masih banyak yang tidak tau terutama generasi Z sekarang. Pertama, PLTA Singkarak itu ternyata berada di Lubuk Alung, Padang Pariaman. Kedua, pembangkit listrik PLTA Sinkarak itu berada dalam perut bukit dimana harus memasuki terowongan panjang untuk masuk kesana.
Ketiga, terowongan air PLTA Singkarak terpanjang di Indonesia dimana panjang terowongan dari Danau Singkarak, Sumpur Kudus Tanah Datar sampai ke Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
PLTA Singkarak merupakan salah satu pembangkit listrik terbesar menjadi andalan PLN untuk menerang Sumatera Barat.
PLTA Singkarak dibangun tahun 1992 hingga dioperasikan tahun 1998. PLTA Singkarak memiliki kapasitas terpasang sebesar 4 x 43,75 MWatt (175 MW).
Sumber energi pembangkit ini berasal dari air Danau Singkarak melewati torowongan raksasa menuju ke Lubuk Alung. Kedalaman lubang sebesar 300 meter dan 850 meter di bawah permukaan tanah.
Bagi Sumatra Barat, PLTA Singkarak ini merupakan pembangkit listrik ketiga yang punya lorong air bawah tanah. Pendahulunya, terowongan PLTA Batang Agam (10,5 MW) selesai 1974 panjangnya 1.200 meter, dan PLTA Maninjau (68 MW) memiliki terowongan 6.000 meter rampung 1985.
PLTA Singkarak yang memiliki kapasitas 175 MW, pada musim kemarau kemampuannya menyusut menjadi 70 MW disebabkan terbatasnya debit air danau. (*/Bersambung…)






