Breaking News

Organisasi Pers Kecam Sikap Arogan Istana yang Semena-mena Cabut ID Pers Reporter CNNIndonesia

KABATerkini.com
×

Organisasi Pers Kecam Sikap Arogan Istana yang Semena-mena Cabut ID Pers Reporter CNNIndonesia

Sebarkan artikel ini
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90?

JAKARTA, KabaTerkini.com – Sejumlah organisasi pers mengkritik tindakan BPMI Sekretariat Presiden yang mencabut ID Pers Istana milik Reporter CNNIndonesia TV, Diana Valencia, usai bertanya bannyak kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Dewan Pers misalnya, mengingatkan semua pihak termasuk Istana Kepresidenan untuk menjunjung tinggi pelaksanaan kemerdekaan pers yang dijalankan oleh jurnalis di mana pun bertugas.

“Biro Pers Istana sebaiknya memberikan penjelasan mengenai pencabutan ID Card wartawan CNN Indonesia agar tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik di lingkungan Istana,” kata Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

Dewan Pers pun mendesak agar akses liputan jurnalis CNN Indonesia yang dicabut segera dipulihkan kembali.

Sementara itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyatakan keprihatinan atas penarikan kartu identitas liputan Istana milik Diana Valencia, yang dilakukan setelah ia bertugas menjalankan fungsi jurnalistik.

Dalam pandangan IJTI, pertanyaan yang diajukan Diana Valencia terkait MBG masih dalam koridor etika jurnalistik dan relevan bagi kepentingan publik.

Terlebih, Presiden Prabowo telah memberikan jawaban yang informatif terkait MBG, yang semestinya menjadi bahan penting untuk diketahui masyarakat luas.

“IJTI menegaskan pentingnya kemerdekaan pers sebagaimana dijamin dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tindakan pencabutan kartu identitas liputan dapat dipandang sebagai bentuk penghalangan kerja jurnalistik yang justru berpotensi membatasi akses publik terhadap informasi,” kata Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan.

Kritik serupa dilayangkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyatakan tindakan BPMI Sekretariat Presiden tersebut berpotensi menghambat kemerdekaan pers dan bertentangan dengan amanat konstitusi serta UU Pers.

Baca Juga  Vasko Ruseimy Peringkat 1 Wakil Gubernur Terpopuler, Kalahkan Rano Karno dan Emil Dardak

Di sisi lain, Forum Pemred juga menyesalkan kejadian tersebut, sekaligus mendorong pihak Istana dalam hal ini BPMI menjelaskan alasan penarikan ID pers Istana atas nama Diana Valencia.

“Negara harus memastikan tidak ada penghalangan kerja jurnalistik di wilayah hukum Indonesia termasuk di lingkungan Istana Kepresidenan,” kata Ketua Forum Pemred Retno Pinasti.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers juga mengecam tindakan BPMI Sekretariat Presiden tersebut.

AJI Jakarta dan LBH Pers menegaskan praktik penghambatan kerja jurnalistik hanya akan memperburuk iklim kebebasan pers di Indonesia.

“Mendesak Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden meminta maaf dan mengembalikan ID Pers Istana milik jurnalis CNN Indonesia,” kata Ketua AJI Jakarta Irsyan Hasyim.

Sementara itu, Direktur LBH Pers Mustafa Layong mengingatkan semua pihak, termasuk BPMI Sekretariat Presiden, bahwa kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh UU Pers.

“Segala bentuk kekerasan atau penghambatan terhadap jurnalis adalah pelanggaran hukum dan demokrasi,” kata Mustafa.

Penanggulangan keracunan
Pemerintah telah menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kejadian Luar Biasa pada Program Prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rapat itu digelar di Kementerian Kesehatan, pada Minggu (28/9) siang, menyusul rentetan kasus keracunan yang dialami para siswa akibat mengonsumsi MBG.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Baca Juga  Korban Tewas Ledakan Amunisi Kadaluwarsa Merupakan Anggota TNI dan Warga

Zulhas mengatakan Presiden memerintahkan agar seluruh kasus keracunan untuk diinvestigasi secara menyeluruh. Dia juga menginstruksikan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah ditutup sementara.

Tak hanya itu, seluruh SPPG yang menjalankan program MBG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SHLS).

Zulhas menyebut kedepannya pemerintah akan melibatkan Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk memantau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara berkala.

Ia mengatakan hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk evaluasi pasca maraknya kasus keracunan akibat mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami sudah meminta Menteri Kesehatan untuk mengoptimalkan atau menginstruksikan Puskesmas di seluruh Tanah Air dan juga UKS untuk ikut secara aktif memantau SPPG secara berkala,” kata Zulhas dalam konferensi pers, Minggu (28/9).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bakal mencari jalan keluar yang terbaik terkait pencabutan akses liputan Diana Valencia oleh Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden.

“Ya kita cari jalan keluar terbaik lah,” ujarnya kepada wartawan, Minggu.

Ia mengaku telah memerintahkan BPMI berkomunikasi dengan CNN Indonesia. Pras mengatakan pertemuan antara Istana dengan CNN Indonesia bakal digelar Senin (29/9) ini.

“Jadi besok [hari ini], kami sudah menyampaikan kepada Biro Pers untuk coba dikomunikasikan agar ada jalan keluar terbaik. Kita bangun komunikasi bersama lah,” pungkasnya. (*/001)