PADANG, KabaTerkini.com – Sebagian siswa di Padang kecewa karena barcode absensi Smart Surau error. Mereka cemas tak bisa isi daftar hadir, sementara sang guru juga tak bisa berbuat karena aplikasi error.
Kendala itu terjadi di Masjid Al Hijrah, Komplek Wisma Bumi Lestari Indah Korong Gadang, Kecamatan Kuranji pada hari pertama dan hari kedua pelaksanaan Smart Surau.
“Pada hari pertama tak bisa sama sekali. Pada hari kedua, saya bisa. Tapi banyak teman-teman yang tidak bisa, karena error,” kata Athira Luthfia, siswa SDN 03 Alai Padang Utara usai ikut Subuh Mubarakah di Masjid Al Hijrah tersebut kepada redaksi kabaterkini.com, Selasa (07/10/25).
Walikota Padang, Fadly Amran mengakui masih ada kendala di hari kedua pelaksanaan Smart Surau. Namun demikian secara keseluruhan Smart Surau berjalan sukses.
Hal itu terbukti 43 ribu siswa SD dan SMP di Padang ikuti kegiatan Subuh Mubarakah di masjid dan mushalla dekat rumah masing-masing.
Jumlah siswa yang melaksanakan salat subuh saat dua hari pelaksanaan Smart Surau meningkat dua kali lipat dibanding hari pertama.
“Meski dalam tahap percobaan, kami bangga dengan banyaknya siswa yang datang ke masjid dan musala untuk salat subuh,” ucap Fadly Amran, Selasa (07/10/25).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Padang, jumlah siswa sekolah SD, SMP, MIN, maupun MTsN se-Kota Padang sebanyak 72.013 orang. Dari sebanyak itu, 20.150 siswa tercatat salat subuh di masjid maupun musala pada hari pertama pelaksanan Smart Surau, Senin (6/10/2025).
“Di hari kedua cukup luar biasa, sebanyak 42.291 siswa salat subuh, tentunya apresiasi kepada seluruh pengurus masjid, pihak sekolah dan orangtua,” katanya.
Wali Kota berharap, jumlah siswa yang melaksanakan salat subuh terus meningkat setiap harinya. Diharapkan nantinya setelah ini tumbuh kebiasaan siswa untuk bangun pagi dan salat subuh berjamaah di masjid dan musala secara rutin.
Diketahui, saat ini sebanyak 1.379 masjid dan musala terdata di Kota Padang. Seluruhnya melaksanakan Smart Surau dengan kegiatan subuh mubarakah. (*/001)






