AGAM, KabaTerkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui penerapan Sawah Pokok Murah (SPM).
Kali ini, kegiatan panen SPM dilaksanakan di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, yang juga dirangkaikan dengan panen serentak bawang merah di lahan Kelompok Tani Mega Ultra, Kamis (09/10/25).
Acara yang digelar di Posko Kelompok Tani Bungo Katelo, Jorong Batu Taba tersebut dihadiri oleh Bupati Agam yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang SDM, Taslim, S.Pd, M.Pd, Camat Baso Imran Pangaduan, S.Sos, Wali Nagari Koto Tinggi Geginda, serta Kepala Dinas Pertanian yang diwakili oleh Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Imrefli, SP.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Taslim menyampaikan apresiasi atas kerja keras petani dan dukungan seluruh pihak yang berperan aktif dalam program SPM di Nagari Koto Tinggi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kelompok tani yang telah berpartisipasi. Program SPM ini merupakan bentuk nyata upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Taslim.
Ia menambahkan bahwa hasil panen SPM di Koto Tinggi menjadi bukti bahwa penerapan sistem tanam efisien mampu meningkatkan hasil pertanian.
“Hasil ubinan mencapai 7,28 ton per hektar, lebih tinggi dibandingkan rata-rata sawah konvensional yang berada di angka 6,4 ton per hektar. Ini capaian yang luar biasa dan harus terus dipertahankan,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Baso Imran Pangaduan menegaskan bahwa panen kali ini merupakan panen SPM kelima di Kecamatan Baso, dan secara keseluruhan menunjukkan tren positif.
“Kecamatan Baso telah melaksanakan panen SPM di lima nagari, yakni Padang Tarok, Sungai Cubadak, Tabek Panjang, Simarasok, dan Koto Tinggi. Semua nagari menunjukkan hasil di atas rata-rata panen konvensional. Ini menandakan program SPM sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas petani,” tutur Imran.
Di sisi lain, Wali Nagari Koto Tinggi, Geginda, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan kelompok tani di nagarinya yang terus berinovasi dalam bidang pertanian.
“Kami sangat bersyukur atas hasil panen kali ini. Selain padi, kelompok tani juga berhasil memanen bawang merah dengan hasil ubinan 13,3 kilogram, setara dengan produktivitas 21,8 ton per hektar, dan konversi bersih mencapai 8,51 ton per hektar. Ini menjadi motivasi bagi petani kami untuk terus meningkatkan kualitas produksi,” ungkap Geginda.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, hasil ubinan di Kelompok Tani Bungo Katelo menggunakan varietas Kuriak Kusuik dengan umur panen 150 HST, jumlah rumpun 88, dan anakan produktif 25, menghasilkan rata-rata 7,28 ton per hektar.
Dengan hasil yang menjanjikan ini, Pemerintah Kabupaten Agam berharap program SPM dapat terus dikembangkan di seluruh nagari sebagai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kemandirian petani di daerah. (*/001)






