Sastra

SASTRA: Cerita Fantasi “Tiga Kue Ajaib”

KABATerkini.com
×

SASTRA: Cerita Fantasi “Tiga Kue Ajaib”

Sebarkan artikel ini

Callieoryn murung saat di kelas. Ia merupakan seorang anak petani di Kota Aurum Regnum. Callie sekolah di Aurum Academy yang merupakan sekolah menawarkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berstandar internasional.

Profil Penulis
Nama             : Nafisha Azzahra
Kelas              : VII.7
Asal Sekolah : Smp Negeri 2 Bukittinggi
Hobi                : Membaca Buku, Novel dll

Callie termasuk golongan orang yang pintar. Pada suatu pagi ia terbangun dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah. Saat berjalan di koridor sekolah, ia merasakan suasana hati yang buruk. Sesuai dugaannya  ia bertemu dengan segerombolan perempuan, salah satu dari segerombolan perempuan itu bernama Raisa Marie.

Raisa merupakan anak orang kaya yang berpengaruh di Aurum Academy, namun Raisa sedikit tidak percaya diri. Ia berpikir jika ia membully Callieoryn ia akan merasa lebih baik.

Pertemuan Callie dan Raisa ini bukan sekali dua kali melainkan sudah 2 tahun lebih. Raisa berkata, “Eh anak petani, baunya busuq banget”. Lalu orang orang yang berada di sekitar tersebut tertawa.

Callie hanya diam dan lanjut berjalan menuju kelas. Saat di kelas Callie hanya termenung, diam, sunyi bagaikan malam yang gelap, tidak ada secerah harapan. Bel istirahat pun berbunyi, Callie segera keluar kelas dan berjalan menuju kantin.

Saat sedang berjalan tiba tiba ada seseorang misterius menarik Callie dan membawanya pergi tanpa jejak. Mata Callie hanya tertutup dan memikirkan dirinya akan di bawa kemana.

Callie tersadar dan membuka matanya. Ia berada di taman yang indah, dengan bunga bunga bermekaran. Tentu saja Callie kaget ia tidak pernah melihat tempat itu sebelumnya.

Saat masih memperhatikan tempat tersebut datanglah seorang perempuan dengan kulit putih, rambut terurai panjang, berparas cantik dengan menggunakan jubah.

Perempuan itu berkata “Hai Callieoryn perkenalkan nama saya Aurora, aku tau perasaan mu saat di ejek oleh temanmu apakah kamu mau jika aku membantu mu?”.

Dengan keadaan yang masih bingung, Callie menjawab, “Kamu siapa? “ Aurora menjawab “Oh ya aku lupa perkenalan. Perkenalkan aku Aurora, kita sama sama kelas 3, aku merupakan siswi sihir dari planet Arkana dan sekolah di Arkana Magic Academy. Aku ditugaskan untuk membantu manusia yang berada di planet bumi tepatnya di kota Aurum Regnum dan kamulah yang akan aku bantu.”

Callie hanya bingung mendengar perkenalan dari Aurora lalu berkata, “Aurora? Baiklah aku mau membantu ku agar bisa melawan tindasan dari teman temanku”. Aurora mengeluar 3 kue ajaib, Aurora lanjut mengatakan Disini aku memberi mu 3 kue ajaib.

Kue pertama jika kamu memakannya kamu akan menjadi anak tunggal kaya raya dan tidak sekolah lagi di Aurum Academy serta tidak bertemu lagi dengan teman teman yang menindasmu. Kue kedua jika kamu memakannya kamu akan memilki kekuatan ajaib untuk membalaskan dendam mu kepada mereka. Kue ketiga jika kamu memakannya kamu akan tetap seperti ini selalu di tindas dan tidak bisa berbuat apa apa Callie hanya diam dan memikirkan kue apa yang ia akan pilih, dengan tekad akhirnya Callie memilih kue kedua.

Aurora mendengar pilihan Callie ia langsung menyuruh Callie memakan kue tersebut dan mengucapkan mantra, “protego abracadabra”. Cahaya silau dari atas menerangi mereka berdua dan Callie menutup matanya.

Saat membuka mata Callie terkejut ia kembali ke kasur empuknya di rumah, sepertinya waktu terulang kembali. Jam menunjukan pukul 05.30 Callie segera bersiap siap menuju sekolah. Kembali terulang saat ia berjalan di koridor sekolah ia bertemu dengan segerombolan perempuan yang menindasnya, lagi dan lagi Raisa berkata “eh anaknya petani, baunya busuq banget ew”.

Callie menatap mata Raisa, tak di ketahui ternyata kekuatan yang di beri Aurora kepada Callie merupakan kekuatan “Eye counter”. Tiba’ tiba tubuh Raisa melemah dan pingsan begitu saja, semua orang yang berada di situ kaget dan melihat ke arah Callie dengan pandangan takut.

Beberapa orang yang berada di situ langsung bubar dan teman dekat Raisa membantu Raisa ke ruang UKS.

Callie lanjut berjalan ke kelas dengan perasaan gembira ia akhirnya bisa melawan tindasan dari teman temannya itu. Callie kembali excited belajar di kelas. Bel istirahat pun berbunyi saat callie mau berjalan ke kantin ia di hadang oleh Raisa dan teman temannya.

Callie mengira mereka mau membully lagi, tak disangka Raisa dan temann temannya tiba – tiba bersujud dan meminta maaf ke Callie, “Callie maafkan aku. Maaf selama 2 tahun kita sekolah disini kami selalu membully mu dan merusak mentalmu.”

Callie hanya diam dan lalu berkata, “Kembali terulang saat ia berjalan di koridor sekolah ia bertemu dengan segerombolan perempuan itu lagi, lagi dan lagi Raisa berkata, “Eh anaknya petani, baunya busuq banget ew.”

Callie menatap mata Raisa tak di ketahui ternyata kekuatan yang diberi Aurora kepada Callie merupakan kekuatan “Eye counter” tiba- tiba tubuh Raisa melemah dan pingsan begitu saja semua orang yang berada di situ kaget dan melihat ke arah Callie dengan pandangan takut.

Beberapa orang yang berada di situ langsung bubar dan teman dekat Raisa membantu Raisa ke uks. Callie lanjut berjalan ke kelas dengan perasaan gembira ia akhirnya bisa melawan tindasan dari teman temannya itu.

Callie kembali excited belajar di kelas. Bel istirahat pun berbunyi saat callie mau berjalan ke kantin ia di hadang oleh Raisa dan teman temannya. Callie mengira mereka mau membully lagi, tak disangka Raisa dan temann temannya tiba tiba bersujud dan meminta maaf ke Callie “Callie maafkan aku, maaf selama 2 tahun kita sekolah disini kami selalu membully mu dan merusak mentalmu” Callie hanya diam dan lalu berkata “Beberapa luka gabisa di maaafkan dengan kata maaf, kali aku belum bisa memaafkan” Callie pergi berlari menuju toilet dan lalu menangis di toilet tersebut. Lalu muncul seorang wanita sihir, seperti yang kalian pikirkan wanita sihir itu adalah Aurora.

Aurora segera memeluk Callie dan mengatakan “Hei jangan menangis, kamu sudah membalaskan dendam mu itu sudah lebih dari cukup, aku selalu disini menemanimu okey” Callie membalas pelukan Aurora “Terimakasih Aurora aku sangat sangat berhutang budi padamu” sambil menangis, Aurora hanya tertawa kecil “Hei tidak apa apa ini memang tugasku, oiya waktuku di bumi sudah habis nih aku kembali ke arkana dulu ya sampai jumpa kapan kapan lagi Callieoryn” Callie tersenyum dan bayangan Aurora mulai menghilang perlahan.

Callie menghapus air matanya dan kembali ke kelas, sekarang Callie menemukan tujuan baru dalam hidupnya, seperti mengarahkan orang lain agar tidak membully satu sama lain, membantu teman, dan menjadi pemimpin di sekolah. Ia bukan lagi anak seorang petani yang dibully melainkan siswi populer di Aurum Academy. TAMAT

Baca Juga  SASTRA: Cerita Fantasi "Di Kehidupan Lain"