Sastra

SASTRA: Cerita Fantasi “Sima Si Kilat dan Burung Ajaib”

KABATerkini.com
×

SASTRA: Cerita Fantasi “Sima Si Kilat dan Burung Ajaib”

Sebarkan artikel ini

Oleh - Rashel Andesko (Siswa SMPN 2 Bukittinggi)

Ada seorang pemuda bernama Sima. Dia memiliki kekuatan super yaitu kecepatan kilat.
Waktu itu dia melihat burung yang menabrak pohon dan hampir jatuh ke sungai, namun Sima melihatnya lalu berlari secepat kilat menyelamatkan burung itu dan burung itu selamat.

Ternyata burung itu burung ajaib dia bisa berbicara dan memunculkan barang apapun. Burung itu berkata, “Hei, namamu Sima kan?”

PROFIL PENULIS

Nama       : Rashel andesko
Kelas        : 7.6
Sekolah    : SMPN2 Bukittinggi
Hobi         : Bermain Game

Sima pun terkejut karena burung itu bisa berbicara. Sima pun menjawab, “Ya namaku Sima. Bagaimana kau tahu?” Burung itu menjawab, “ya aku sering melihat mu menyelamatkan orang orang dengan kekuatan mu dan aku akan membantu mu.” “Jadi kamu mau membantu ku? Kata Sima?”, “iya” kata burung itu. Mereka pun pergi bersama sama membantu orang.

Mereka membantu banyak orang hari itu. Membantu nenek² mengantar makanan pada temanya, membantu anak kecil yang menaiki sepeda dan remnya blong, dan menahan mobil yang hampir bertabrakan dengan sarung tangan super kuat yang diberi oleh burung ajaib.

Lalu ada seorang ilmuan gila yang menginginkan kan kekuatan Sima. Dia memiliki organisasi ilmuan yang memiliki banyak pasukan. Ada yang menggunakan robot Mecha besar, ada yang memiliki tentakel tentakel robot, ada yang memiliki panah yang bisa menembak dengan akurasi 100%, ada yang memiliki sayap robot dan memiliki misil ditanganya. Mereka disuruh oleh ilmuan gila untuk menangkap Sima untuk dijadikan bahan experiment.

Suatu hari, Sima sedang tidur di kamarnya lalu dia keluar untuk menolong orang dengan burung ajaib. Namun ada orang yang menghalangnya yaitu Dr.Osman yang mengunakan tentakel robot.

Osman menyerang dengan tentakelnya, Sima hampir kena. Namun dia berhasil menghindarinya. Mereka bertarung dengan sengit. Sima dengan sarung tangan super yang diberi burung ajaib dan memutari Osman dengan kecepatan kilat dan mencabut satu tentakelnya.

Namun Sima berhasil ditangkap oleh Osman dan dia dibawa ke markas ilmuan gila bernama Albert. Di tengah perjalanan, Sima mengunakan sarung tangan supernya untuk melepaskan diri. Dia berhasil kabur dan burung ajaib memberinya pedang laser.

Sima menggunakan pedang itu untuk kembali melawan Osman dan dia berhasil memotong semua tentakel Osman, namun dia diselamatkan oleh seseorang.

Para ilmuan gila itu marah dan menangkap dan menyandra burung ajaib. Sima pun mencari markas mereka untuk menyelamatkan burung ajaib.

Akhirnya dia menemukan markas mereka dan dia melihat burung ajaib di kurung. Burung ajaib itu memberikan barang terakhir. Sebuah sepatu yang bisa membuat penggunanya lompat tinggi, namun.. burung itu ditembak oleh Bris yang menggunakan panah. Sima pun marah dan lari ke Bris dan ingin membunuhnya. Bris terus menembakinya, namun Sima menghindar dan tiba di tempat Bris lalu memengalnya. Dia pun mencari ilmuan lain dengan niat membunuh

Dia bertemu dengan erdin dengan Mechanya. Sima berkata “siapa mu?” Dia menjawab “Namaku Erdin” “kenapa kalian ingin menangkap ku?” Kata Sima “ilmuan gila itu menginginkan kekuatan mu” kata erdin.

Lalu mereka bertarung, Erdin terus menembak dan memukul Sima. Sima sempat terpojok sebelum berhasil melompat dengan tinggi dan membunuh Erdin.

Dia lanjut mencari ilmuan lainnya. Dia akhirnya bertemu ilmuan gila itu. Dia bernama Harm dia berkata “wah kamu datang halo!” Sima berkata “Apa mau mu!” “Aku ingin kekuatan mu” kata Harm. Dia menyuruh 50 pasukannya menyerang Sima. Sima kewalahan namun dia berhasil membunuh mereka.

Harm terkesan dengan ketangguhan Sima dan berkata “Ayo lawan aku.”

Mereka pun bertarung. Harm menggunakan kan Mecha dengan tembakan dan tentakel. Dia menembak Sima dan Sima menghindar, namun ternyata peluru itu bisa berbelok dan mengincar Sima. Sima menebas peluru itu dengan pedang lasernya dan melompat untuk menerjang Harm.

Harm menggunakan tameng energi untuk menahannya Sima terjatuh. Harm memukulnya berkali kali, namun Sima sudah menghindar dengan sepatunya yang bisa mengeluarkan energi pendorong. Harm mencapitnya dengan tentakel robotnya dan tertawa “Hahahaha ini saja kekuatan mu? Lemah!

Sima mengunakan pedangnya untuk menebas tentakelnya. Dia pun lepas. Sima menebas kaki robotnya, namun kaki itu terlalu keras diapun dilempar oleh Harm. Sima kembali menerjang Harm dengan seluruh kekuatannya dan robotnya hancur dan meledak bersamanya.

Sima pun menguburkan burung ajaib ditempat yang layak. TAMAT

Baca Juga  Pangeran untuk Negeri: Dunia Itu Jauh dari Tempat Ini