Sastra

SASTRA: Cerita Fantasi “Di Kehidupan Lain”

KABATerkini.com
×

SASTRA: Cerita Fantasi “Di Kehidupan Lain”

Sebarkan artikel ini

Chisa adalah gadis 16 tahun yang memiliki mimpi untuk pergi ke dunia kerajaan. Setiap ulang tahunnya, ia membuat sebuah permintaan yang sama yaitu ingin pergi ke dunia kerajaan.

Di saat ia akan berulang tahun ke usia 17 tahun. Tepat di jam 00.00 ia memohon satu permintaan yang sama. Saat Chisa selesai memohon permintaan yang sama, ia langsung beranjak ke atas kasur dan menarik selimut yang tertata rapi di atas kasur nya.

Saat Chisa tertidur, ia bermimpi. Dalam mimpi nya ada seorang nenek tua berpakaian compang camping dengan rambut hitam dan pink. Nenek itu berteriak ke telinga Chisa sampai sampai Chisa terbangun.

BIODATA PENILIS

  • Nama       : Nurul Syafputri
  • Sekolah    : SMPN 2 Bukittinggi
  • Kelas         : VII.5

Keesokan paginya, Chisa berangkat sekolah seperti biasa. Dengan baju berwarna putih dan rok semata kaki nya itu, ia juga tak lupa menambah kan jepit rambut di rambutnya yang sangat amat lah halus itu.

Di perjalanan kebsekolah Chisa di antar ibunya. Seperti biasa teman Chisa yang bernama Sangsang dan Zhizhi sudah menunggu di tempat duduknya. Sekolah Chisa berjalan sangat mulus seperti hari hari sebelumnya. Tetapi hari ini ibu Chisa tidak bisa menjemputnya hari ini. Terpaksa Chisa harus berjalan kaki untuk pulang.

Dalam perjalanan pulang, Chisa melihat seekor kucing berwarna putih dengan ras anggora. Chisa sangat gemas dengan keberadaan kucing itu, Chisa menghampiri kucing itu dan bermain sebentar dengannya. Setelah Chisa bermain dengan kucing itu, ia melihat nenek berambut hitam dan pink persis dengan mimpinya semalam.

Nenek itu menghampiri Chisa ia berkata, “Bukan kah engkau yang meminta permintaan ingin ke dunia kerajaan?”

Chisa bingung, “Dari mana nenek ini tau?” gumam nya dalam hati.

“Tentu saja aku tau” gumam nenek itu
“Aku selalu mendengar permintaan mu setiap tahun nya”

Mimik wajah Chisa jelas ia sedang ketakutan saat ini.

Nenek itu lanjut bergumam,
“Kamu tidak perlu takut, Chisa.”
“Kamu ingin sekali kan pergi kedunia kerajaan? Nenek bisa mengabulkan itu” lanjut nenek itu

“Wah, beneran nek?”
“Aku jelas mau nek!”

Melihat wajah Chisa senang tanpa ada rasa takut sedikit pun, nenek itu ikut senang.

“Jika kamu memang benar benar ingin pergi ke dunia kerajaan, ada 3 persyaratan.”
“Waduh, apa tuh nek, persyaratan nya?” Tanya Chisa bingung

Nenek itu mengajak Chisa untuk duduk di teras rumah nya. Ia akan menjelas kan persyaratan nya

“Persyaratan nya, yang pertama, untuk masuk ke dunia kerajaan kamu harus menempati tubuh orang lain. Dan kamu harus rela bahwa tubuh yang kamu tempati sekarang akan mati tragis.”

“Persyaratan kedua, di tubuh yang kamu tempati selanjut nya, kamu harus mencari portal di sebuah pegunungan. Portal itu adalah akses satu satu nya untuk pergi ke dunia kerajaan. Tetapi tenang saja, kamu akan di suguhi sebuah kuda phoenix yang bisa terbang dan kamu kendarai kemana saja.”

“Persyaratan ketiga, kamu harus berpamitan ke lima orang terdekat di dalam hidup mu.” Jelas nenek itu.

“Wow! Aku harus mempertimbangkan persyaratan pertama sih nek!”* Ujar Chisa.

“Aku pikir dulu deh nek! Tolong beri aku waktu satu minggu bisa gak?” Tanya Chisa.

“Bisa, silahkan kamu pikir dulu mateng mateng” Jawab nenek tersebut.

“Yaudah deh nek, aku pulang dulu ya! Minggu depan aku kesini lagi.” Ujar Chisa.

Satu minggu kemudian Chisa menepati janji nya kepada nenek itu. Ia akan kesana satu minggu lagi.

“Nek!” Ujar Chisa.

“Aku memutus kan Mau Nek” Kata Chisa dengan nada sangan senang.

“Kamu udah lakuin persyaratan ke tiga?” Tanya nenek

“Oiya nek, aku lupa. Besok deh aku lakuin. Dan pulang sekolah aku kesini lagi”

“Aku gabisa lama lama nek, aku balik dulu ya.”

“Hati hati!”

Malamnya Chisa berpamitan kepada orang tua nya bahwa ia akan pergi ke dunia kerajaan. Mama papa Chisa mengiyakan. Karena menurut nya Chisa hanya berhalusinasi.

Keesokan hari nya Chisa juga mengatakan hal yang sama kepada Sangsang dan Zhizhi. Reaksi mereka berdua sama dengan ortu nya Chisa. Mereka mengira Chisa hanya berhalusinasi.

Chisa bingung kepada siap ia akan berpamitan lagi, Chisa memilih orang acak di kelas nya. Chisa memilih Grabieell, pembully di sekolah nya. Grabieel tertawa bersama gank nya. Yang terdiri atas 3 orang yaitu, Grabieel, Zhixxa, Shaqeel. Lalu mereka menyabar kan yang di ucapkan Chisa tadi ke anak anak lain. Sejak saat itu lah Chisa di juluki *’STUPID GIRL’* Di sekolah nya.

Saat pulang sekolah Chisa kembali ke tempat nenek itu dan bilang sudah melakukan misi tsb.

“Tunggu satu minggu lagi, kamu akan terkena musibah dan mati” kata nenek itu.

“Yaudah nek aku gabisa lama lama, bye bye”

Keesokan hari nya saat di sekolah, Chisa di jauhin kedua teman nya itu. Karena takut di bully oleh gank Gabrieel itu. Setiap Chisa berjalan di lorong sekolah ia selalu mendengar kata kata *stupid girl* itu. Tiap malam Chisa selalu menangis dan tidak sabar satu minggu lagi.

Satu minggu kemudian saat Chisa ingin pergi ke sekolah ia berjalan kaki lagi. Saat di depan gerbang sekolah Chisa ingin menyeberangi jalan. Ada truk berangkutan berat menabrak Chisa.

DIKEHIDUPAN LAIN

Xasha, ia adalah nama baru Chisa dan sekarang Chisa sudah berada di kehidupan baru nya.

Xasha hidup susah, ia tinggal di panti asuhan. Sekarang Xasha di rumah sakit karena panti asuhan itu terkena musibah. Saat malam sekitar jam 23.12 Xasha diam diam kabur dari rumah sakit. Sebelum nya Xasha sudah di beri peta tempat kuda simphoenix itu. Xasha berlari ke tempat kuda itu, yang ternyata tidak jauh dari rumah sakit itu.

Xasha menaiki kuda itu dan tinggal mengetik di layar yang ada di kepala kuda itu. Xasha mengetik kemana tujuan nya, sebelum Xasha pergi ke gunung yang akan ia kunjungi, Xasha ingin pergi ke luar angkasa.

Xasha mengetik “planet jupiter” di layar itu.
Aneh nya, walaupun Xasha tidak memakai pakaian khusus untuk pergi ke luar angkasa, Xasha tidak kehabisan oksigen di luar angkasa itu. Xasha mengunjungi semua planet di tata surya kita ini.

Setelah pulang dari luar angkasa, Xasha lanjut pergi ke gunung gunung di seluruh dunia.
Gunung pertama yang ia kunjungi adalah gunung everest. Disana Xasha tidak menemui ada nya portal yang di sebut nenek itu.

Satu bulan kemudian Xasha sudah menaiki 521 gunung. Tetapi Xasha terus saja tidak menemui portal itu.

Akhir nya Xasha menyerah dan kembali menjadi gelandangan selama 5 bulan penuh. Xasha teringat kembali dengan kuda phoenix yang di tinggal kan nya di puncak gunung everest itu. Xasha memdaki gunung everest itu selama 5 hari. Xasha istirahat hanya untuk tidur dan makan. Dihari ke tujuh Xasha sampai di puncak gunung everest itu. Xasha menangis menyesal karena telah meninggalkan kuda phoenix nya di puncak gunung itu.

Keesokan harinya, Xasha mengajak kuda nya ke gunung marapi sumatra barat, yang sedang erupsi. Xasha menemukan portal kerajaan itu di gunung itu.

Xasha memasuki portal itu, Pemandangan pertama yang Xasha lihat adalah sungai dan pelangi yang indah. Dan banyak kuda phoenix warna warni di situ. Xasha melihat banyak putri, ratu, dan raja yang hidup bahagia di dalam sana. Tidak ada rakyat yang menderita di dalam dunia kerajaan itu.

Sayang nya kuda phoeninx kesayangan Xasha tidak bisa ikut masuk. Karena ada kuda pendamping baru di dunia itu.
Xasha memcium kuda phoenix nya itu dan mengucap kan salam perpisahan.

Xasha pun hidup bahagia di dunia itu.!***

Baca Juga  CERPEN: Rasisme!