Nagari

Hasil Panen Sawah Pokok Murah di Nagari Salareh Aia Utara Agam Melimpah Hingga 8,1 Ton/Ha

KABATerkini.com
×

Hasil Panen Sawah Pokok Murah di Nagari Salareh Aia Utara Agam Melimpah Hingga 8,1 Ton/Ha

Sebarkan artikel ini

AGAM, KabaTerkini.com – Program Sekolah Lapangan Sawah Pokok Murah (SPM) di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Dari lahan seluas satu hektar milik Kelompok Tani Kampuang Dalam Jaya, hasil panen mencapai 8,1 ton per hektar untuk varietas padi Batang Piaman, melampaui hasil tanam konvensional yang hanya mencapai 6,08 ton per hektar.

Kegiatan panen yang dilaksanakan pada Jumat (24/10) ini dihadiri oleh Asisten II Setda Agam, Andrinaldi, AP, M.Si, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. Arief Restu, M.Si, Camat Palembayan yang diwakili oleh Sekretaris, Wali Nagari Salareh Aia Utara, Zulkifli, serta walijorong setempat.

Dalam sambutannya, Asisten II Setda Agam, Andrinaldi, AP, M.Si, menyampaikan apresiasi atas capaian kelompok tani yang berhasil memanfaatkan dana nagari untuk mengembangkan program SPM.

Baca Juga  Kunjungi Kota Padang, Ini Tausiyah Kepala Atase Agama Kedubes Arab Saudi di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi 

“Program SPM ini membuktikan bahwa inovasi dan pendampingan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Dari satu hektar lahan, hasil mencapai 8,1 ton per hektar tentu menjadi prestasi yang patut kita apresiasi dan jadikan contoh bagi nagari lain di Agam,” ujar Andrinaldi.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Agam terus mendorong optimalisasi sektor pertanian melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, nagari, dan kelompok tani untuk mewujudkan kemandirian pangan daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. Arief Restu, M.Si, menjelaskan bahwa peningkatan hasil panen ini tidak terlepas dari penerapan prinsip pengelolaan lahan dan tanaman yang lebih efisien melalui metode SPM.

Baca Juga  Tiga Model Mobil Unggulan Daihatsu Curi Lirikan Pengunjung GIIAS 2024 di Bandung

“Dengan luas lahan satu hektar, hasil ubinan mencapai 5,1 kilogram pada petakan 6,25 meter persegi atau setara dengan 8,1 ton per hektar. Ini meningkat signifikan dibandingkan metode konvensional yang hanya menghasilkan sekitar 6 ton per hektar,” jelasnya.

Menurut Arief, beberapa faktor penentu keberhasilan SPM antara lain pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, serta perawatan intensif selama masa pertumbuhan.

“SPM bukan hanya soal teknik tanam, tapi juga perubahan pola pikir petani agar lebih ilmiah dan terukur,” tambahnya. (*/001)