Terkini

FOTO: Kesibukan Pusdalop BPBD dan Evakuasi Warga Saat Padang Diguncang Gempa 8,8 SR!

KABATerkini.com
×

FOTO: Kesibukan Pusdalop BPBD dan Evakuasi Warga Saat Padang Diguncang Gempa 8,8 SR!

Sebarkan artikel ini

PADANG, KabaTerkini.com – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama siswa dan guru SMPN 25 Padang langsung bergerak keluar ruangan begitu sirene peringatan tsunami dibunyikan tepat pukul 10.00 WIB.

Bergerak dalam satu komando, semuanya kemudian berkumpul sembari jongkok di lapangan untuk menunggu guncangan gempa reda.

Setelah gempa berhenti, siswa guru dan warga sekitar yang sudah tiba di SMPN 25 langsung naik ke shelter tsunami di lantai 4 gedung sekolah tersebut.

Naik tangga sebanyak empat lantai ternyata membuat beberapa warga dengan usia lanjut kesulitan. Salah seorang perempuan paruh baya dengan tongkatnya terlihat kepayahan menaiki anak tangga.

Baca Juga  187 Mobil Mogok Kehabisan Bensin di Tol Selama Arus Balik, Untung Ada Motorist Pertamina! 

Melihat salah seorang warganya kesulitan, Wawako Maigus Nasir langsung turun membantu dengan menuntun tangannya hingga sampai ke shelter di lantai 4 gedung.

Setiba di lantai empat, rombongan kemudian coba ditenangkan Wawako Maigus Nasir. Sementara warga lain masih berdatangan untuk dapat menyelamatkan diri dari bahaya tsunami yang mungkin menyusul pasca gempa.

Kondisi tersebut merupakan bagian dari simulasi gempa dan tsunami yang digelar serentak oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Rabu (5/11/2025).

Wawako Padang, Maigus Nasir menyebut, drill gempa dan tsunami ini penting dilakukan dan diikuti seluruh gempa sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gempa dan tsunami di Kota Padang.

Baca Juga  YBM PLN Salurkan Bantuan Sembako di Enam Posko Bencana Galodo Agam-Tanah Datar

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa ketika gempa telah benar-benar selesai maka hal yang tidak kalah penting adalah mencari shelter terdekat untuk antisipasi terjadinya tsunami.

“Jadi tidak mencari kendaraan tapi tempat shelter. Seperti di SMP N 25 yang merupakan salah satu bangunan shelter untuk siswa, guru, dan warga sekitar,” ujarnya.

(*/001)