Breaking News

Ternyata Gubernur Riau Abdul Wahid Sempat  Kabur saat Penangkapan Oleh KPK

KABATerkini.com
×

Ternyata Gubernur Riau Abdul Wahid Sempat  Kabur saat Penangkapan Oleh KPK

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, KabaTerkini.com – Ternyata Gubernur Riau, Abdul Wahid sempat berusaha kabur saat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (03/11/25).

Dia bersembunyi di sebuah kafe dekat rumahnya setelah curiga, karena diduga sudah mengetahui bawahanya di jajaran Dinas PUPR sudah tertangkap duluan.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan Abdul Wahid sembunyi di sebuah kafe setelah lembaga antirasuah menangkap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau yang membawa sejumlah uang.

“Kami menduga bahwa memang sudah janjian. Kemudian janjian jam segini kok enggak datang, enggak ada. Kemungkinan dia sudah mulai curiga hingga akhirnya tim datang ke lokasi,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (05/11/25).

Baca Juga  Senam Anak Indonesia Hebat Meriahkan Hari Anak Nasional di SMPN 2 Bukittinggi

Sementara itu, Asep mengatakan kafe yang didatangi tim KPK tersebut berada tidak jauh dengan rumah Abdul Wahid.

Ia menjelaskan kafe yang diduga menjadi tempat persembunyian Abdul Wahid berada dalam jajaran bangunan yang sama dengan rumahnya.

“Jadi, kafe itu bukan kafe yang jauh, bukan. Kafe itu ada di jajaran rumahnya,” katanya.

Abdul Wahid ditahan KPK pada Senin (03/11/25) dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan setelah menjalani pemeriksaan intensif pasca-OTT.

KPK menahan 10 orang dalam OTT tersebut. Di antaranya Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR-PKPP Muhammad Arief Setiawan, Sekretaris Dinas PUPR-PKPP Ferry Yunanda, dan Tata Maulana yang merupakan orang kepercayaan Abdul Wahid.

Baca Juga  Olah Limbah Jadi Pendapatan, UMKM Rumah Tamadun Produksi Parfum dan Teh Daun Sawit

Satu orang lain atas nama Dani M. Nursalam yang merupakan Tenaga Ahli Gubernur Riau Abdul Wahid menyerahkan diri pada Selasa (4/11) malam.

Selain itu, KPK turut menyita sejumlah uang dalam pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat dan Poundsterling setara Rp1,6 miliar.

Uang itu bukan penyerahan pertama. KPK menyebut Abdul Wahid diduga telah menerima sejumlah uang yang tak disebut nilainya sebelum terjaring OTT.

“Uang (Rp1,6 miliar) itu diduga bagian dari sebagian penyerahan kepada kepala daerah. Artinya, kegiatan tangkap tangan ini adalah bagian dari beberapa atau dari sekian penyerahan sebelumnya,” ungkap Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kantornya, Jakarta, Selasa (5/11).

“Jadi, sebelum kegiatan tangkap tangan ini, sudah ada penyerahan-penyerahan lainnya,” sambungnya. (*/001)