AGAM, KabaTerkini.com – Serah Terima Jabatan (Sertijab) Camat Malalak dari Zulwardi, S.Sos kepada Ulya Satar, S.STP, M.Si digelar di Kantor Camat Malalak, Rabu (5/11).
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Kepala OPD, anggota DPRD Agam Erdinal, S.Sos, Forkopimca Malalak, para camat se-Kabupaten Agam, wali nagari, serta tokoh masyarakat.
Pelantikan ini mencatat sejarah baru, karena untuk pertama kalinya sejak berdiri, Kecamatan Malalak dipimpin seorang perempuan, setelah tujuh periode sebelumnya selalu dijabat laki-laki. Ulya juga merupakan putri asli Malalak.
Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com, dalam arahannya menyampaikan selamat kepada camat baru. Ia menegaskan bahwa seorang camat bukan sekadar pemimpin administratif, tetapi juga figur yang menjamin ketertiban dan kemajuan wilayah.
“Camat harus tanggap, proaktif, dan mampu merangkul semua unsur masyarakat. Dengan kerja sama, tugas berat akan menjadi ringan,” ujarnya.
Wabup juga menyoroti potensi pertanian dan perkebunan Malalak, terutama kayu manis yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti sirup atau bolu.
“Dengan inovasi dan kolaborasi, potensi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Selanjutnya, Zulwardi mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak selama 19 bulan masa jabatannya. Ia menyebut dua inovasi yang lahir di masa kepemimpinannya, yaitu GESIT (Gerakan Intervensi Terpadu Stunting) yaitu program terpadu membangun generasi sehat dan kuat, serta BangMal dari Giral (Bangun Malalak dari Pinggir Jalan) yaitu gerakan memperindah kawasan Ambacang dengan penanaman bunga di sepanjang jalan utama.
“Kedua program ini lahir dari kolaborasi pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam memperkuat identitas dan keindahan Malalak,” ujarnya.
Ia juga memohon maaf atas kekhilafan selama bertugas dan berharap masyarakat mendukung camat baru. Setelah ini, Zulwardi melanjutkan tugasnya di Kecamatan Ampek Nagari.
Camat baru, Ulya Satar, menyatakan tekad untuk melanjutkan program yang telah dirintis serta menggali potensi daerah secara lebih luas.
“Meskipun Malalak tergolong baru, semoga ke depan bisa sejajar bahkan melampaui kemajuan kecamatan lain di Agam. Setelah 15 tahun bertugas di luar, kini saatnya kami kembali mengabdi di kampung halaman,” tuturnya. (*/001)






