Sastra

CERITA RAKYAT: Asal Usul Nama Kota Sungai Penuh Berawal dari Cerita Mata Air 

KABATerkini.com
×

CERITA RAKYAT: Asal Usul Nama Kota Sungai Penuh Berawal dari Cerita Mata Air 

Sebarkan artikel ini

KABATERKINI.Com – Sungai Penuh adalah nama Kota yang administratif yang berdiri tahun 2008 di Provinsi Sumatra Barat. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Kerinci. Sebelumnya, Sungai Penuh adalah kecamatan yang menjadi ibukota dari Kabupaten Kerinci.

Mayoritas penduduk Kota Sungai Penuh adalah Suku Kerinci. Di pusat kota, wilayah ini terdiri atas masyarakat multietnis seperti perantau Minangkabau, Tionghoa, Jawa, dan Batak.

Nama Sungai Penuh, berasal dari sebuah mata air yang dinamakan sebagai Cumon Pule oleh masyarakat. Cumon Pule ini mengeluarkan air yang tidak pernah kering sehingga alirannya membentuk anak sungai yang selalu penuh. Dari situlah nama Sungai Penuh berasal.

Awalnya, nama Sungai Penuh dijadikan sebagai nama “dusun” tempat Cumon Pule ini berada (sekarang telah mekar menjadi Desa Gedang).

Dusun Sungai Penuh sendiri termasuk dusun yang sudah lama berdiri, sekitar 400 tahun yang lalu dusun ini sudah ada berdasarkan surat yang dikirim oleh Sultan Sumatra Barat. Dusun ini dihuni oleh penduduk yang terdiri atas lima suku/klan yang disebut sebagai limo luhah, yaitu: Luhah Rio Jayo, Luhah Rio Mendiho, Luhah Rio Temanggung, Luhah Pemangku Rajea, dan Luhah Datuk Singarapi Putih.

Baca Juga  Saksikan Malam Ini! Laga Pembuka U23 ASIAN CUP QATAR 2024, Misi Garuda Muda Taklukan Tuan Rumah

Dusun ini dipimpin oleh Depati yang bergelar Depati Sungai Penuh, Depati Santiudo, Depati Pahlawan Negaro, dan Depati Nyato Negaro.

Nama Sungai Penuh selanjutnya dijadikan sebagai nama “mendapo”. Dalam struktur perkampungan tradisional Kerinci, mendapo adalah federasi atau gabungan dari beberapa dusun.

Mendapo Sungai Penuh terdiri dari lima dusun yang berada di sepanjang aliran Sungai Bungkal, yaitu Dusun Pondok Tinggi, Dusun Sungai Penuh, Dusun Baru, Dusun Bernik, dan Dusun Empih. Oleh karena terdiri dari lima dusun Mendapo Sungai Penuh seringjuga disebut sebagai Mendapo Limo Dusun.

Mengapa dinamai Mendapo Sungai Penuh bukan Mendapo Pondok Tinggi?

Hal ini karena penamaan mendapo didasarkan pada dusun yang menjadi pusat atau balai pertemuan pemimpin (depati) di antara dusun-dusun tersebut. Di Wilayah Mendapo Sungai Penuh, di Dusun Sungai Penuh lah terdapatnya tanah mendapo yaitu tempat pertemuan depati di lima dusun tersebut.

Di mendapo lain juga demikian, misalnya Mendapo Hiang, padahal terdiri dari Dusun Hiang Tinggi, Dusun Betung Kuning, Dusun Koto Baru, dan Dusun Ambai. Akan tetapi dinamakan Mendapo Hiang karena di Dusun Hiang Tinggi lah tempat balai pertemuannya atau pusat mendaponya.

Baca Juga  Puisi-Puisi Meyentuh Kalbu Tentang Bencana Sumatera

Pada tahun 1910 di Zaman Belanda, pusat ibukota onderafdeeling Korintji dipindahkan dari Sanggaran Agung ke Mendapo Sungai Penuh. Di saat itu, Belanda mulai membangun infrastruktur seperti pasar, sekolah, rumah sakit, dan gedung-gedung pemerintahan yang berlokasi antara Dusun Sungai Penuh-Pondok Tinggi-Dusun Baru. Sejak saat itu Mendapo Sungai Penuh menjadi ibukota onderafdeeling hingga menjadi afdeeling Kerinci.

Status ibukota pemerintahan ini bertahan hingga zaman kemerdekaan, meskipun nama Mendapo Sungai Penuh sudah berganti nama menjadi Kecamatan Sungai Penuh. Pada tahun 2008, nama kecamatan ini dijadikan nama Kota yang baru mekar dari kabupaten induknya.

Sungai Penuh yang awalnya hanya nama dusun kini menjadi nama kota yang wilayahnya meliputi 8 kecamatan dan puluhan desa dan dusun. Dulu sempat ada wacana untuk mengganti nama kotanya menjadi Kota Kerinci sesuai nama etnis utama yang bermukim, tapi wacana tinggal wacana. ***