BUKITTINGGI, KabaTerkini.com — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kota Bukittinggi kembali menorehkan jejak berharga dalam dunia literasi daerah.
Bertempat di Aula Balai Kota Bukittinggi, MGMP resmi meluncurkan buku antologi puisi berjudul “Simfoni di Bawah Menara Jam Gadang”, sebuah karya kolaboratif guru‐guru Bahasa Indonesia se-Kota Bukittinggi.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dihadiri berbagai unsur penting pendidikan. Acara dibuka oleh walikota Bukittinggi yang diwakili staf ahli administrasi dan keuangan, Melfi Abrar, M.Si dan dihadiri juga oleh Kabid PKPMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Masri, M.Pd, pengawas sekolah, kepala SMP negeri dan swasta, hingga seluruh guru Bahasa Indonesia sebagai penulis sekaligus tamu kehormatan.
Suasana aula tampak hangat dan penuh semangat. Layar besar di depan ruangan menampilkan sampul buku dan pesan inspiratif: “Sebuah tulisan dari guru bisa jadi obor abadi di masa depan seorang murid.”
Peluncuran Buku sebagai Perayaan Hari Guru
Kegiatan launching Buku Antologi Puisi tersebut sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Guru Tahun 2025.
Launching Antologi Puisi “Simfoni di Bawah Menara Jam Gadang” tersebut mendapat apresiasi spesial dari Dinas Pendidikan setempat.
“Luar biasa. Selamat kepada bapak/ibu guru semua. MGMP Bahasa Indonesia Bukittinggi rayakan hari guru dengan prestasi,” ujar Melvi Abrar.
Lounching buku puisi ini, lanjut Melvi, tak hanya momentum berharga merayakan Hari Guru, namun sekaligus memperkuat geliat literasi di Kota Bukittinggi.
Beliau menyampaikan apresiasi atas dedikasi guru-guru Bahasa Indonesia dalam melahirkan karya bersama yang memiliki nilai budaya dan edukasi tinggi.
Beliau juga menegaskan bahwa pemerintah kota sangat mendukung gerakan literasi yang digerakkan oleh para guru, karena karya yang lahir dari ruang-ruang pendidikan akan menjadi warisan intelektual bagi generasi Bukittinggi.
Pada kesempatan yang sama, Kabid PKPMP Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi juga memberikan apresiasi mendalam atas lahirnya antologi puisi tersebut.
Melalui perwakilan yang hadir, disampaikan bahwa buku “Simfoni di Bawah Menara Jam Gadang” menjadi bukti nyata bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai kreator karya sastra yang menginspirasi.

Ketua Pelaksana, Dilla S.Pd menambahkan, peluncuran Buku Antologi Puisi tersebut adalah bentuk komitmen MGMP Bahasa Indonesia dalam membangun budaya literasi yang kuat di sekolah, sekaligus menjadi contoh teladan bagi siswa untuk berani.
Setelah kegiatan seremonial acara dilanjutkan dengan peluncuran resmi buku antologi serta sesi bedah karya. Guru-guru penulis diberikan kesempatan untuk berbagi proses kreatif, tantangan, dan nilai yang mereka tanamkan dalam puisi-puisi yang disusun bersama.
Layar besar di aula menampilkan desain sampul buku dan tagline inspiratif: “Sebuah tulisan dari guru bisa jadi obor abadi di masa depan seorang murid.”
Acara ditutup dengan harapan besar agar karya literasi seperti ini terus bertumbuh dari tangan para guru Bukittinggi. MGMP Bahasa Indonesia berkomitmen menjadikan kegiatan menulis sebagai tradisi yang berkelanjutan dan produktif.
Sementara itu, Nara Sumber, Muhammad Subhan mengupas secara tuntas karya 36 penulis dalam buku tersebut. (*/002)






