Breaking News

Jawaban Presiden Prabowo Terkait Usulan Status Darurat Bencana di Sumatera

KABATerkini.com
×

Jawaban Presiden Prabowo Terkait Usulan Status Darurat Bencana di Sumatera

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, KabaTerkini.com – Presiden RI Prabowo Subianto merespons usulan status darurat bencana di Sumbar, Sumut dan Aceh. Usulan tersebut viral di media sosial.

Begini jawaban Prabowo:

Presiden Peabowo terus memantau kondisi bencana alam yang menimpa sejumlah daerah di Aceh, Sumatra Barat, hingga Sumatra Utara.
Dalam merespons pertanyaan apakah akan menerapkan status darurat bencana nasional, ia mengatakan terus memantau kondisi di lapangan seraya terus mengirimkan bantuan ke daerah-daerah terdampak.

“Ya kita terus monitor, kita kirim bantuan terus. Nanti kita menilai kondisinya,” kata Prabowo, Jumat (28/11).

Prabowo sebelumnya juga menyampaikan keprihatinan atas musibah bencana alam belakangan. Ia mendoakan agar para korban terdampak banjir diringankan duka dan penderitaannya.

Baca Juga  Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Fondasi Generasi Emas

Prabowo menyebut sejauh ini pemerintah telah mengirimkan bantuan melalui tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A-400. Ia memastikan pengiriman bantuan akan dilakukan secara terus menerus dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Keempat pesawat itu terbang mengirimkan bantuan pada pagi hari ini. Mereka diterbangkan dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Seskab Teddy Indra Wijaya menyebut data dari para kepala daerah dijadikan dasar pemerintah pusat menentukan jenis bantuan yang dikirimkan pada pagi ini.

Bantuan yang diterbangkan terdiri dari peralatan darurat hingga kebutuhan vital bagi evakuasi dan pemulihan cepat.

Baca Juga  BREAKINGNEWS: Semen Padang FC Resmi Berhentikan Pelatih Eduardo Almeida

“Jadi hari ini diberangkatkan sesuai kebutuhan yakni tenda sebanyak sekitar 150, kemudian ada perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi ada sekitar 64, kemudian genset, alat bantu listrik, kemudian yang terpenting juga alat komunikasi diberangkatkan sekitar 100 alat komunikasi kesana agar sinyal komunikasi bisa dimulai kembali. Kemudian juga bahan makanan siap saji, kemudian tim medis dari TNI, kemudian juga dari Kementerian Kesehatan,” kata Teddy.

Banjir bandang dan longsor menimpa sejumlah daerah di ketiga provinsi tersebut. Ratusan korban meninggal dunia, puluhan jembatan rusak dan ribuan rumah terendam banjir. (*/001)