PADANG, KabaTerkini.com – “Cuma di media sosial.” Kalimat lirih itu keluar dari bibir seorang ibu yang menangis di hadapan Atta Halilintar.
Itu bukan sekadar keluhan, melainkan ungkapan luka mendalam dari para korban banjir bandang di Sumatra yang merasa bantuan nyata tak kunjung datang, sementara berita terus simpang siur.
Hati Atta bergetar hebat mendengarnya. Tak mau hanya berdiam diri di balik layar ponsel, suami Aurel Hermansyah ini memutuskan terbang pukul 3 pagi menuju lokasi bencana.
Niatnya satu, memastikan saudara-saudara kita di sana tidak berjuang sendirian melawan rasa lapar dan dingin.






