PESISIRSELATAN, KabaTerkini.com – Nilai kerugian akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan pada 24–25 November 2025 diperkirakan mencapai Rp108 miliar.
Angka tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang disampaikan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Selatan, Mulyandri.
Menurut Mulyandri, bencana yang dipicu hujan berintensitas tinggi itu berdampak pada tujuh kecamatan, menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu rumah amblas ke sungai, serta merendam ribuan hektare lahan pertanian yang terancam gagal panen.
“Kita terus memperbarui data dan melaporkannya ke BNPB melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” jelasnya saat mendampingi kunjungan Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian, bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy ke Bayang dan Tarusan, Rabu (26/11/25) lalu.
Titik-titik terdampak banjir rerarah berada di:
1. Kampung Jambak, Nagari IV Koto Hilie
2. Kapalo Banda Jalamu, Nagari IV Koto Hilie
3. Dusun Inunang, Nagari IV Koto Hilie
4. Nagari IV Koto Mudiek
5. Nagari Sungai Nyalo, IV Koto Mudiek
6. Nagari Tuik, IV Koto Mudiek
Akses menuju empat nagari di Kenagarian IV Koto Mudiek kembali tidak dapat dilalui.
“Beberapa titik tak bisa dilewati,” kata Camat Batang Kapas, Legiandru.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan perangkat kecamatan terus melakukan pemantauan di lapangan serta menyiapkan langkah tanggap darurat untuk mengantisipasi potensi bencana susulan. (*/002)






