PADANG, KabaTerkini.com – Hujan lebat yang mengguyur daerah Sumatera Barat sejak malam tadi, Selasa (09/12/25) hingga hari ini Rabu (10/12/25) membuat sejumlah daerah rawan banjir dan longsor.
Sisa tanah bergerak akibat cuaca hujan ekstrem yang terjadi dua pekan lalu membuat lokasi tersebut sangat rawan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyikapi ancaman bencana, terutama di daerah-daerah rawan banjir dan longsor.
BMKG telah merilis prakiraan cuaca untuk wilayah rawan longsor di Provinsi Sumatera Barat yang berlaku Rabu, 10 Desember 2025, dengan tingkat kerawanan gerakan tanah menengah hingga tinggi pada sejumlah wilayah perbukitan dan jalur vital transportasi.
Adapun rincian wilayah yang perlu mendapatkan perhatian adalah sebagai berikut:
1. Talamau – Gunung Tuleh (Pasaman Barat)
- Potensi hujan pada siang, malam, dan dini hari.
- Termasuk zona gerakan tanah menengah–tinggi.
2. Bonjol – Lubuk Sikaping – Panti (Pasaman)
- Hujan hampir sepanjang hari
- Termasuk wilayah potensi gerakan tanah tinggi
3. Palupuh (Agam)
- Cuaca berkabut pada sebagian waktu, potensi hujan ringan pada malam
- Tetap berada dalam zona potensi gerakan tanah menengah
4. Tandikek – Malalak (Agam)
- Hujan siang hingga dini hari
- Jalur yang sering terdampak longsor sebagai penghubung alternatif Bukittinggi – Padang
5. Lembah Anai (Tanah Datar)
- Potensi hujan sore–malam dan dini hari
- Jalur utama Padang – Bukittinggi yang sangat rawan longsor
6. Sitinjau Lauik (Padang)
- Hujan siang–malam hingga dini hari
- Kontur tebing yang berisiko tinggi ketika terjadi hujan intensitas sedang–lebat
7. Kapur IX – Pangkalan (Limapuluh Kota)
- Hujan siang hingga dini hari
- Memiliki potensi gerakan tanah sangat tinggi dalam peta BMKG
8. Alahan Panjang (Solok)*
- Berkabut pagi hari dan berpotensi hujan di sore–malam hari
- Kawasan dataran tinggi dengan risiko longsor
Tingkat Potensi Gerakan Tanah dalam Peta:
Hijau = rendah
Kuning = menengah
Ungu/magenta = tinggi
Rekomendasi Kesiapsiagaan:
- BPBD bersama camat dan wali nagari meningkatkan pemantauan dan pelaporan lapangan setiap perkembangan cuaca ekstrem.
- Imbauan kewaspadaan kepada masyarakat terutama yang tinggal di lereng dan bantaran tebing.
- Kesiapan rekayasa lalu lintas pada jalur:
– Lembah Anai
– Sitinjau Lauik
– Tandikek–Malalak
– Kapur IX–Pangkalan4. Mengaktifkan posko siaga bencana pada titik-titik rawan dan memastikan alat berat standby pada jalur terdampak.
(*/001)







