Sastra

CERPEN: Kutukan Boneka Kayu di Kerajaan Mariposa

KABATerkini.com
×

CERPEN: Kutukan Boneka Kayu di Kerajaan Mariposa

Sebarkan artikel ini

Oleh - Raihana Azahari Adha (Siswa SMP Negeri 2 Bukittinggi)

Di sebuah kerajaan yang damai, hiduplah sepasang suami istri dan anak mereka bernama Alexs. Mereka tinggal di Kerajaan Mariposa, kerajaan terbesar pada masa itu. Ayah Alexs adalah seorang raja yang baik dalam memimpin rakyatnya.

Konflik di mulai ketika ibunda Alexs jatuh sakit sangat parah. Namun, Tuhan berkehendak lain. ibunda Alexs dipanggil menghadap-Nya. Dua tahun berlalu, kini hanya Alexs dan ayahnya yang hidup berdua.

Suatu hari, sang raja ingin menikah lagi dengan seorang janda muda. Namun, tanpa disadarinya, perempuan itu berasal dari bangsa manusia tikus dari Kerajaan Hitam—bangsa yang sangat dibenci oleh kerajaan mereka.

Setelah mereka tinggal bersama, ibu tiri Alexs mendengar bahwa tiga tahun lagi sang raja akan mengangkat Alexs sebagai putra mahkota. Kabar itu membuat ibu tiri marah besar, sebab ia ingin anaknya, Romeo, yang menjadi putra kerajaan.

Sejak saat itu, ibu tiri menyusun rencana jahat. Ia membuat ramuan sihir untuk membuat para prajurit patuh kepadanya. Ketika makan bersama, ia mencampurkan ramuan tersebut ke dalam minuman para prajurit. Seketika para prajurit merasa aneh, dan tanpa sadar mulai menuruti semua perintah ibu tiri.

Merasa sudah bebas dari satu halangan, ibu tiri berencana membuat suaminya tertidur untuk selamanya. Namun, rencana itu didengar oleh Alexs. Ia segera berlari ke kamar ayahnya untuk memberi tahu tentang kejahatan ibu tirinya. Sayangnya, di perjalanan ia dihadang oleh prajurit dan ibu tirinya sendiri. Dengan kekuatan sihir, ibu tiri mengubah Alexs menjadi boneka kayu dan membuangnya dari istana.

Baca Juga  CERPEN: Bara di Ujung Terowongan Sijunjung

Di luar kerajaan, hiduplah seorang gadis cantik bernama Aurora bersama dua hewan peliharaannya yang ajaib: Mostric si burung unta dan Dongkey si domba. Kedua hewan itu bisa berbicara layaknya manusia. Suatu hari, ketika Aurora berjalan di tepi sungai, ia menemukan boneka kayu yang indah. Karena merasa boneka itu menarik, ia membawanya pulang dan meletakkannya di ranjang kamarnya.

Malam harinya, keajaiban terjadi. Boneka itu berubah menjadi manusia—Alexs kembali ke wujud aslinya! Saat Aurora masuk kamar, ia terkejut dan memanggil hewan peliharaannya. Aurora berkata, “Kau siapa? Kenapa kau ada di kamarku? Dari mana kau masuk?”
Alexs menjawab, “Aku…”
Aurora bertanya lagi, “Kenapa denganmu? Apa yang terjadi?”

Seketika Alexs mengingat semua kejadian buruk yang menimpanya. Ia lalu menceritakan semuanya kepada Aurora. Karena merasa iba, Aurora bertekad menolongnya. Ia membawa Alexs ke rumah Pak Kiar, seorang penyihir baik hati, untuk meminta ramuan yang dapat mengembalikan Alexs ke bentuk manusia. Pak Kiar memberikan ramuan tersebut, namun ia memperingatkan, “Ramuan ini hanya bertahan dua hari.”

Keesokan paginya, Aurora dan Alexs segera berangkat mencari jalan menuju Kerajaan Mariposa yang letaknya sangat jauh. Mereka membawa serta Mostric dan Dongkey. Perjalanan panjang mereka akhirnya sampai di dekat kerajaan. Namun ketika hendak masuk, Mostric tanpa sengaja menginjak ranting kayu hingga menimbulkan bunyi keras. Para prajurit mendengar dan segera mengejar mereka. Aurora, Alexs, Mostric, dan Dongkey pun berlari terbirit-birit. Sejak saat itu, mereka menjadi buronan seluruh kerajaan.

Baca Juga  SASTRA: Cerita Fantasi "Tiga Kue Ajaib"

Mereka bersembunyi di dalam sebuah goa. Alexs bertekad kembali ke istana, tetapi Aurora melarangnya karena itu terlalu berbahaya. Alexs yang keras kepala tetap memaksa. Dalam perdebatan itu, Alexs tak sadar bahwa di belakangnya ada jurang air terjun. Ia pun terjatuh ke bawah! Aurora berlari panik menuruni tebing.

Setibanya di bawah, ia berusaha membangunkan Alexs. Syukurlah, Alexs masih hidup dan tidak terluka parah.
Selanjutnya cerita berlanjut pada perjuangan mereka melawan kutukan dan mengembalikan kedamaian di Kerajaan Mariposa.

 

Biodata Penulis

Raihana Azahari Adha adalah seorang siswi kelas VII.8 SMP Negeri 2 Bukittinggi yang sedang menapaki langkah awalnya di dunia kepenulisan. Dengan rasa penasaran yang besar dan keberanian untuk mencoba hal baru, ia menuliskan karya pertamanya dengan penuh semangat. Raihana berharap setiap kata yang ia rangkai dapat membawa makna, dan setiap kisah yang ia ciptakan mampu memberi inspirasi bagi siapa saja yang membacanya.