Breaking News

54 Sekolah Terpaksa di Tenda, Kegiatan Belajar di Lokasi Banjir Sumatra Mulai 5 Januari

KABATerkini.com
×

54 Sekolah Terpaksa di Tenda, Kegiatan Belajar di Lokasi Banjir Sumatra Mulai 5 Januari

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, KabaTerkini.com – Pemerintah merilis perkembangan terbaru pemulihan banjir bandang di Sumbar, Sumut dan Aceh melalui jumpa pers di Posko Utama Halim Perdana Kusuma Jakarta, Senin (29/12/25).

Menko PMK Pratikno yang memimpin jumpa pers tersebut menyatakan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra l dimulai pada 5 Januari 2026.

“Intinya pembelajaran mulai 5 Januari akan tetap dilaksanakan, tapi memang pelaksanaannya berbeda setiap daerah sesuai dengan dampaknya,” kata Pratikno di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (20/12).

Baca Juga  Presiden Prabowo: Negara Jamin Kehidupan Keluarga Affan Kurniawan!

Pratikno menjelaskan sejumlah kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan di tenda.

Ia menyampaikan ada sekitar 587 sekolah yang masih dalam proses pembersihan, dan ditargetkan akan rampung pada 4 Januari 2026.

Pratikno menjelaskan sekolah terdampak di Aceh mencapai 2.303 unit dan sebanyak 1.773 sudah siap.

Sementara di Sumbar ia menjelaskan ada sekitar 500 sekolah terdampak dan 431 unit sekolah dinyatakan rusak parah.

“Sehingga ada 21 pembelajaran melalui tenda,” ucapnya.

Kemudian di Sumut dengan 981 sekolah terdampak. Namun kini 933 dinyatakan sudah siap dipakai.

Baca Juga  Mulai Akhir April, Seluruh Siswa di Padang Panjang Gratis Naik Angkot 

“Tetapi karena ada kerusakan total, itu 19 sekolah tidak mungkin siap di Tanggal 5 masih akan menggunakan tenda,” ujar dia.

Meski sejumlah sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar di tenda, namun ia memastikan proses pembelajaran akan tetap berjalan maksimal.

Ia mengatakan tim dari Kemendikdasmen telah berkali-kali turun langsung memastikan kesiapan di lapangan.

“Dan kita jamin, Kemendikdasmen sudah turun terus di lapangan menjamin bahwa bahkan di tenda pun dengan segala kedaruratan, proses pembelajaran akan berlangsung semaksimal mungkin,” ucapnya. (*/001)