CARACAS, KabaTerkini.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump makin berulah. Usai menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Trump langsung mengancam Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez.
Trump memperingatkan Rodriguez akan membayar “harga yang lebih besar” jika tidak manut Negeri Paman Sam.
Dalam wawancara dengan majalah The Atlantic, Trump mengatakan Rodriguez, yang kini memimpin Venezuela sementara, akan menghadapi konsekuensi yang lebih serius lagi dibandingkan mantan Presiden Nicolas Maduro yang digulingkan AS jika tidak bisa bersikap kooperatif.
“Jika [Delcy Rodriguez] tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat besar, mungkin lebih besar daripada Maduro,” kata Trump seperti dikutip Al Jazeera.
Trump menanggapi apa yang ia sebut sebagai penolakan Rodriguez terhadap intervensi bersenjata AS yang berujung pada penangkapan Maduro.
Sebelumnya, Trump sempat memuji Rodriguez pada Sabtu setelah pasukan AS menangkap Maduro dan istrinya. Namun, Rodriguez kemudian menyatakan bahwa negaranya akan mempertahankan sumber daya alamnya.
Dalam konferensi pers di Caracas setelah penangkapan Maduro, Rodriguez menegaskan ia tidak akan bernegosiasi dengan AS. Ini bertentangan dengan klaim yang disampaikan Trump.
“Rodriguez tampil dengan ketenangan penuh dalam sebuah konferensi pers tak lama setelah pernyataan Trump, sambil menegaskan bahwa Venezuela bukan koloni negara mana pun”, ujar Chris Gilbert, profesor di Universitas Bolivarian Venezuela, kepada Al Jazeera.
Menurut Gilbert, Rodriguez menempatkan otoritas pemerintahannya sebagai sesuatu yang berakar pada keterkaitan dengan rakyat serta legitimasi demokratis.
Rodriguez juga memaparkan strategi pertahanan yang bertumpu pada aliansi antara militer, rakyat, dan kepolisian, seraya menyinggung mobilisasi milisi di lingkungan-lingkungan di seluruh negeri.
Sementara itu, Trump membela keputusannya menangkap Maduro dengan kekerasan.
Kepada majalah tersebut, Trump mengatakan, “Anda tahu, membangun kembali di sana dan pergantian rezim, apa pun istilahnya, lebih baik daripada kondisi sekarang. Tidak mungkin lebih buruk lagi.”
Trump juga mengatakan negara-negara lain berpotensi menjadi sasaran intervensi AS.
“Kami memang membutuhkan Greenland, tentu saja,” ujarnya tentang pulau yang merupakan bagian dari Denmark, negara anggota NATO. (*/001)






