Peristiwa

Warga Kuranji Menjerit Kekeringan, Bendungan Gunung Nago Masih Jebol

KABATerkini.com
×

Warga Kuranji Menjerit Kekeringan, Bendungan Gunung Nago Masih Jebol

Sebarkan artikel ini

PADANG, KabaTerkini.com – Warga Kecamatan Kuranji, Kota Padang menjerit kekeringan. Krisis air mulai terasa hampir sebulan, setelah Kota Padang tak lagi diguyur hujan.

Kekeringan lebih parah terjadi karena sumber air masyarakat Kuranji dan sekitarnya berasal dari irigasi Bendungan Gunung Nago Batang Kuranji yang ambruk akibat banjir bandang parah akhir November 2025 lalu.

Tak hanya Kuranji di sebelah sisi utara Batang Kuranji, Kecamatan Pauh yang berada di sebelah sisi selatan juga dilanda kekeringan, karena sumber airnya juga dari Bendungan Gunung Nago.

Wilayah yang dilanda kekeringan yakni mulai dari Lambung Bukit Gunung Nago, Kelurahan Kuranji, Kelurahan Korong Gadang, Kalumbuk hingga Gurun Laweh Naggalo. Begitu juga di sebelah selatan dari Pasar Baru, Keluarahan Ambacang hingga Anduring.

Tak hanya di kawasan daerah aliran sungai, kekeringan meluas hingga 2-3 km dari sisi Batang Kuranji.

“Sepertinya sepanjang irigasi bersumber dari Gunung Nago kering semua,” kata Ayu, warga Korong Gadang ketika ditemui KabaTerkini.com saat sedang menunggu mobil tangki air bantuan dari Perumda AM Kota Padang, Sabtu (24/01/26).

Ayu dilanda kekeringan karena selama ini sumber air bersihnya dari sumur galian sendiri di rumah. Tak hanya Ayu, umumnya sebagian besar warga Kuranji dan Pauh sumber air dari sumur galian sendiri, sehingga tidak berlangganan Peruma AM Padang.

Sejak Bendungan Gunung Nago jebol, irigasi kering hingga berdampak kekeringan ke sumur-sumur warga.

“Alhamdulillah, air bantuan dari mobil-mobil tangki terus datang. Yang selama ini kami nyaman air dari sumur sendiri dalam rumah, sekarang terpaksa ember-ember warga antri di tepi jalan menunggu mobil tangki datang,” ujarnya.

Senada juga diakui Amanda, remaja yang tinggal di Wisma Bumi Lestari Indah Tampat Durian Korong Gadang. Posisi rumahnya berjarak sekitar 2 km dari Batang Kuranji, namun juga berdampak ke sumur rumahnya.

“Sekarang air sumur kecil, terpaksa menunggu dulu semalaman. Itu pun tak cukup, terpaksa ambil air ke masjid,” ujar siswa SMA Negeri 5 Padang ini.

Dia bersama warga lainnya berharap segera ada solusi cepat dari pemerintah memperbaiki irigasi Gunung Nago, sehingga kekeringan teratasi. (*/001)