JAKARTA, KabaTerkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal disebut masih berpengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Tanah Air.
Pada skala global, El Niño-Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah timur Indonesia.
Aktivitas Monsun Asia yang memicu cuaca ekstrem sepekan terakhir juga diprediksi masih persisten hingga dasarian pertama Februari 2026. Selain itu, Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) juga diprakirakan tetap aktif dalam beberapa hari ke depan.
BMKG juga mewaspadai potensi pembentukan daerah tekanan rendah di Samudra Hindia selatan Banten, Teluk Carpentaria, serta daratan Australia barat laut.
Kondisi tersebut berpotensi membentuk daerah perlambatan angin atau konvergensi di wilayah Indonesia bagian selatan.
“Dengan kondisi atmosfer yang relatif lembap dan labil, kondisi cuaca signifikan masih berpotensi terjadi di sebagian Indonesia, khususnya Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan,” kata dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 27 Januari-2 Februari.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah mitigasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu genangan, banjir, banjir bandang, hingga longsor.
Memasuki periode 29 Januari hingga 2 Februari 2026, kondisi hujan ringan hingga lebat masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat untuk sejumlah daerah. Berikut daftarnya:
Hujan lebat-sangat lebat
– Sumatra Barat
– Jawa Timur
– Nusa Tenggara Timur
– Kalimantan Barat
– Sulawesi Selatan
– Papua Pegunungan
Angin kencang
– Nusa Tenggara Barat
– Nusa Tenggara Timur
– Sulawesi Selatan
– Maluku
– Papua Barat Daya
(*/002)







