Nasional

Ini Penjelasan Kenapa Awal Ramadhan dan Lebaran Bisa Berbeda!

KABATerkini.com
×

Ini Penjelasan Kenapa Awal Ramadhan dan Lebaran Bisa Berbeda!

Sebarkan artikel ini

PADANG, KabaTerkini.com – Awal puasa atau 1 Ramadhan sering kali menjadi perdebatan. Selisih 1 hari selalu berpotensi terjadi, terutama antara Ormas agama dan pemerintah.

Menurut berbagai sumber, perbedaan awal Ramadhan terjadi karena metode yang digunakan tiap negara tidak selalu sama. Ada 3 metode secara umum yang jadi rujukan, yakni:

  • Rukyatul hilal lokal
  • Rukyatul hilal global
  • Perhitungan astronomi (hisab)

Pada 2026, kondisi astronomi menunjukkan bulan terbenam sebelum matahari di banyak wilayah pada 17 Februari. Selain itu, jarak sudut antara bulan dan matahari berada di bawah batas minimal visibilitas (Danjon limit), sehingga secara teori hilal mustahil terlihat.

Baca Juga  Harga Pangan Terkendali, Kementan Lanjutkan Bazar Pasar Murah Hingga Akhir Tahun

Fenomena gerhana matahari cincin yang terjadi pada periode yang sama semakin menguatkan analisis bahwa hilal belum dapat diamati di sebagian besar kawasan.

Ramadhan 2026 Diperkirakan 29 Hari

Sejumlah otoritas memperkirakan Ramadhan 2026 akan berlangsung selama 29 hari. Namun seperti biasa, lama bulan suci tetap bergantung pada hasil rukyatul hilal di akhir Ramadhan untuk menentukan 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idulfitri 2026.

Dengan semakin banyaknya negara yang telah mengumumkan awal puasa pada 19 Februari 2026, umat Islam di berbagai belahan dunia mulai mempersiapkan diri—baik secara spiritual maupun sosial—menyambut bulan penuh berkah ini.

Baca Juga  Tak Boleh Ada Lagi! Pemerintah "Suntik Mati" Pegawai Honorer Tanggal 1 Januari 2026

Meski berbeda satu hari di beberapa wilayah, semangat Ramadhan tetap sama: memperbanyak ibadah, refleksi diri, serta memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. (*/001)