Pendidikan

SMAN 3 Padang Panjang Sediakan Layanan Antar Jemput Siswa Terdampak Banjir Bandang

×

SMAN 3 Padang Panjang Sediakan Layanan Antar Jemput Siswa Terdampak Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini

KABATERKINI.Com – SMAN 3 Padang Panjang menyediakan layanan antar jemput siswanya yang terdampak putusnya ruas jalan akibat bencana alam banjir bandang lahar dingin.

Kepala SMAN 3 Padang Panjang, Febriace kepada Kominfo, Jumat (17/5/2024) menyampaikan, layanan antar jemput ini diberikan agar siswa yang terdampak dari Nagari Singgalang dan Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar tetap bisa mengikuti pembelajaran.

“Layanan ini sudah dimulai sejak Rabu lalu. Ini inisiatif pihak sekolah agar siswa tersebut tidak ketinggalan pelajaran,” tuturnya.

Diungkapkannya, akibat bencana alam banjir bandang yang melanda sebagian daerah Padang Panjang, Agam, dan Tanah Datar pada Sabtu, 11 Mei lalu, beberapa siswa SMA N 3 yang berasal dari Singgalang, Pandai Sikek, Kayu Tanam, Sicincin dan sekitarnya tidak dapat mengikuti proses pembelajaran seperti biasa karena terputusnya akses jalan menuju sekolah.

Baca Juga  Datang dari Berbagai Daerah, Ratusan Calon Santri Baru  Antusias Ikuti Seleksi Masuk Pesantren Kauman Padang Panjang

‘Siswa-siswi yang kita antar jemput ini baru bisa yang dari Singgalang dan Pandai Sikek. Mereka sekitar 50 siswa. Dengan lokasi penjemputan di Pemandian Lubuk Mata Kucing. Untuk menuju lokasi ini, siswa harus berjalan kaki hingga sampai ke seberang jalan ke mobil penjemputan,” jelasnya.

Ditambahkannya, layanan antar jemput ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pihak sekolah terhadap pendidikan anak bangsa, khususnya siswa siswi yang terdampak akibat banjir bandang.

“Namun, saat ini ada beberapa siswa yang berasal dari daerah Lembah Anai dan Kayu Tanam yang masih belum bisa datang ke sekolah karena akses jalan yang benar-benar tidak bisa dilewati. Sebagai solusinya, siswa putri dititipkan di Panti Tri Murni. Sementara yang putra akan dicarikan tempat yang layak dekat sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga  Luncurkan Kelompok Tani Mahasiswa, Mentan RI: Anda Adalah Masa Depan Pertanian Bangsa!

Siswa dari kedua daerah tersebut lebih kurang 27 orang. Anak korban rumah hanyut ada enam orang yang tinggal di Lembah Anai dan sudah diberikan bantuan spontan dari sekolah. (*/002)