Padang

Atasi Banjir, BWS Sumatera V Bangun Sistem Polder di 5 Aliran Sungai di Kota Padang

×

Atasi Banjir, BWS Sumatera V Bangun Sistem Polder di 5 Aliran Sungai di Kota Padang

Sebarkan artikel ini

KABATERKINI.Com – Pj Wali Kota Padang Andree Algamar mengapresiasi upaya pemerintah pusat melalui BWS Sumatera V dalam menanggulangi banjir di Kelurahan Lubuk Buaya. Salah satunya dengan membangun sistem polder di bantaran Sungai Batang Kandis.

“Kita tahu curah hujan yang tinggi sering mengancam Kota Padang dengan bencana hidrometeorologi, ini perlu penanganan yang maksimal. Apresiasi kita sampaikan kepada pemerintah pusat melalui BWS Sumatera V,” ujarnya didampingi Kepala Dinas PUPR Tri Hadiyanto.

Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Padang agar bisa memahami dan mengerti kondisi sekitar saat pengerjaan sungai. Harapannya, dengan bantuan BWS Sumatera V permasalahan banjir dan genangan air di wilayah itu segera tuntas.

Baca Juga  ASN Pemko Padang Siap-siap Kena Sanksi Jika Anak Mereka Terlibat Tawuran dan Balap Liar!
Direksi dan Dewan Pengawas beserta karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang mengucapkan Selamat Idul Adha 1445 H

Lebih lanjut, Kepala BWS Sumatera V Dian Almakruuf menyebutkan pengerjaan di sekitar bantaran Sungai Batang Kandis merupakan upaya pengendalian banjir pada sungai orde 1 di Kota Padang.

“Ada lima sungai orde satu di Kota Padang salah satunya Batang Kandis. Nanti akan dibangun sistem polder yang akan menampung air dari drainase masyarakat,” tuturnya.

Kemudian air itu dipompa, sehingga saat kondisi pasang air laut, air orde satu bisa tembus leluasa. Lalu, air orde di bawahnya tertahan dan ini akan masuk ke polder dan dipompa.

Baca Juga  Amankan 10 Wanita Muda, Pol PP Padang Temukan Alat Kontrasepsi

Dian menyebut keadaan ini akan mampu mengurangi banjir atau genangan yang selama ini terjadi di daerah itu.

“Pengerjaan dilakukan selama 630 hari dengan total panjang sungai 3,2 kilometer, berakhir September 2025 kalau tidak ada perpanjangan. Saat ini progressnya masih 10 persen,” tuturnya. (*/001)